Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, Tiga Penumpang Pegawai KKP

19 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, (17/1). Tiga penumpang di dalam pesawat nahas itu adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pihak KKP pun sudah membenarkan tiga pegawainya penumpang pesawat ATR 42-500. Ketiga pegawati yakni Deden Mulyana dengan pangkat penata muda tingkat I serta jabatan pengelola barang milik negara; Ferry Irawan dengan pangkat penata muda tingkat I dan jabatan analis kapal pengawas; Yoga Naufal dengan jabatan selaku operator foto udara.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan rasa prihatinnya. Dia mengatakan pihak KKP terus mendoakan yang terbaik untuk para penumpang dan kru pesawat ATR 42-500.

Trenggono menjelaskan informasi yang diketahuinya dengan mengutip pernyataan Kepala Kantor SAR Nasional Makassar. Dari informasi itu, status pesawat, kru, dan penumpang sedang dilakukan pencarian atau search and rescue oleh Tim SAR Gabungan.

- Advertisement -

Dijelaskan dia, tiga pegawai KKP dalam pesawat itu tengah jalankan tugas. Hal itu terkait dalam misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara RI.

Menurut Trenggono, KKP selama ini menjalankan tugas air surveillance. Kata dia, KKP juga selalu menggandeng IAT sebagai operator pesawat.

Dia bilang pesawat IAT sebagai unit yang gunakan untuk beroperasi di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Salah satunya pengawasan di daerah perbatasan juga jadi perhatian KKP.

“Jadi laut kita berbatasan dengan Laut tetangga sehingga kita selalu akan melakukan itu. tapi tidak terbatas, hampir di seluruh WIP Kita melakukan pengawasan,” kata Trenggono, di Jakarta, Sabtu malam, (17/1/2026).

Lebih lanjut, Trenggono menyampaikan KKP terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memonitor perkembangan pencarian pesawat ATR 400.

“Terkait hal pencarian dan penyebab insiden, kami serahkan seluruhnya kepada Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan,” jelas Trenggono.

Adapun, Direktur Utama PT IAT Tri Adi Wibowo yang turut hadir bersama Trenggono menyampaikan klarifikasi. Dia menuturkan kru pesawat dalam pesawat itu berjumlah tujuh orang.

Menurut dia, dari tujuh kru itu ada Capt Andy Dahananto yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi PT IAT.

“Kami turut prihatin dan kami dalam menunggu proses pencarian oleh Tim Basarnas. Tim kami sudah meluncur ke Makassar untuk ikut dalam proses tersebut,” ujar Tri.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melaporkan pesawat jenis ATR 42-500 milik IAT yang hilang kontak di Maros, membawa 10 orang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa merincikan 10 orang itu merupakan tujuh awak pesawat dan tiga penumpang.

Pesawat ATR 42-500 melakukan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG). Capt. Andy Dahananto. selaku Pilot.

Tim gabungan saat ini tengah melakukan fokus pencarian di sejumlah titik dengan daerah utama di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Kabupaten Marros. Lokasi itu sekaligus menjadi Posko Basarnas.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
19 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis