Akses Desa Terisolasi di Aceh Mulai Tersambung Kembali
HOLOPIS.COM, ACEH - Sejumlah wilayah di Provinsi Aceh yang sebelumnya terisolasi akibat banjir bandang dan longsor. Kini, akses menuju desa-desa terdampak perlahan kembali terbuka seiring pembangunan jembatan darurat dan perbaikan jalan yang terus dikebut.
Pantauan terbaru pada Minggu (18/1/2026) menunjukkan, jembatan bailey di jalur menuju Bandara Rembele, tepatnya di Jalur Pante Raya, Desa Bale Atu, Kabupaten Bener Meriah, telah siap dipasang. Jalan yang sempat terputus total kini mulai bisa dilalui setelah dibersihkan menggunakan alat berat.
Untuk mencegah longsor susulan, badan jalan yang rusak juga diperkuat dengan batu bronjong. Proses pemulihan ini melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan personel TNI Angkatan Darat yang bekerja tanpa henti di lapangan.
Upaya serupa dilakukan di berbagai titik terdampak lainnya. Di Desa Bener Pepanyi, Kecamatan Bener Kelipah, material sisa banjir telah dibersihkan dan jembatan darurat segera dipasang. Sementara di Desa Alue Capli, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pembangunan jembatan aramco telah memasuki tahap akhir dan hampir rampung.
Di Desa Juli Tambo Tanjong, Kabupaten Bireuen, kondisi akses jalan kini sudah kembali normal. Jembatan yang dibangun bahkan telah dapat dilalui kendaraan roda dua, mobil, hingga truk logistik. Adapun di Desa Kajeung, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, proses pembersihan jalan dari material longsor masih berlangsung dan ditargetkan segera bisa dilalui kendaraan.
Pemulihan pascabencana ini merupakan hasil kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Untuk mempercepat penanganan, Presiden RI Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai ketua satgas.