Viral di Takalar, Mantan Suami Aniaya Istri dan Lempar Anaknya
HOLOPIS.COM, TAKALAR - Viral potongan video seorang ayah Berinisial BP (33) aniaya anaknya PH (1) dan mantan istrinya ZU (33) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kuasa hukum korban, Keisha Amanda mengatakan, Aksi penganiayaan itu terjadi di rumah pelaku, Perumahan Istana Permai Palantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar pada Selasa (13/1). Kasus itu juga sudah dilaporkan ke Polres Takalar.
"Kasus ini sudah kami laporkan ke Polres Takalar. Dilihat dari video yang beredar di media sosial, terlihat BP melakukan kekerasan dengan menarik paksa dan melemparkan anaknya,"jelas Amanda, Kamis (15/1).
Amanda menuturkan, kasus ini bermula dari permasalahan antara pelaku dan korban yang sudah berpisah secara hukum. Dan saat itu mantan istrinya hendak menyerahkan anaknya kepada bapaknya.
"Keduanya bertengkar saat mantan istrinya menyerahkan anaknya. Karena hak asuh anak jatuh ke tangan suaminya,"jelas Amanda.
Namun pelaku emosi dan hendak melemparkan anaknya, bahkan BN juga tega melakukan kekerasan fisik di depan umum hingga mengakibatkan korban, ZU (33), mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya.
Dalam video berdurasi singkat yang direkam oleh ponsel warga, terlihat BN yang sedang tersulut emosi membabi buta memukul wajah, punggung, hingga kepala mantan istrinya.
Aksi brutal tersebut mengakibatkan bibir ZU pecah dan punggungnya mengalami memar.
Tak berhenti di situ, tindakan BN semakin menjadi-jadi. Ia bahkan tega melempar anak kandungnya yang masih balita.
Seorang warga yang berusaha melerai dan memberikan pertolongan. Apesnya orang yang menolong juga terkena tendangan pelaku.
"Saya dipukul di bagian bibir sampai luka, punggung juga, dan kepala. Anak saya juga dilempar," ungkap korban ZU saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (15/1).
Tak terima dengan perlakuan kasar mantan suaminya, ZU langsung melayangkan laporan resmi ke Polres Takalar.
Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta mengatakan, telah menerima laporan tersebut dan tengah melakukan penyelidikan mendalam.
"Kami sudah menerima laporan korban dan kami juga sudah membuat surat permintaan visum korban ke RSUD Padjonga Daeng Ngalle untuk melanjutkan ke tahap penyidikan,"jelas Hatta.