HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tren bertajuk “2016 was 10 years ago. Post you in 2016” tengah ramai di platform Instagram khususnya di Instastory. Pengguna dari beragam usia kompak mengunggah foto lama mereka di tahun 2016, lalu membandingkannya dengan tulisan yang menggambarkan kondisi mereka saat ini.
Unggahan tersebut tak hanya memicu nostalgia, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang perubahan fisik, gaya hidup, hingga perjalanan hidup selama satu dekade terakhir.
Ada yang menampilkan perubahan gaya berpakaian, transformasi karier, hingga perbedaan ekspresi wajah yang dinilai lebih matang.

Fenomena ini dinilai sebagai bentuk digital self-reflection yang semakin populer di kalangan pengguna media sosial.
“Tren ini bukan sekadar soal perubahan penampilan, tapi juga bagaimana orang ingin menunjukkan proses hidupnya,” tulis akun @veroxa dalam unggahannya di platform media social Instagram.
Unggahan serupa banyak disertai komentar yang saling menguatkan, terutama terkait perjuangan hidup dan pencapaian personal.
Selain faktor nostalgia, tren ini juga dipicu oleh kesadaran waktu yang terasa berjalan cepat. Tahun 2016 dianggap sebagai era yang masih dekat di ingatan, namun nyatanya sudah berjarak sepuluh tahun.
Kondisi tersebut membuat banyak orang terkejut sekaligus terdorong untuk melihat kembali siapa diri mereka di masa lalu dan bagaimana perubahan terjadi hingga hari ini.
Dari sisi budaya digital, tren perbandingan lintas waktu seperti ini bukan hal baru. Sebelumnya, publik juga sempat diramaikan dengan tantangan 10 Years Challenge yang membandingkan foto 10 tahun lalu dan sekarang.
Namun, versi “2016 ke 2026” terasa lebih personal karena dikaitkan dengan fase hidup yang signifikan, mulai dari masa kuliah, awal bekerja, hingga membangun keluarga.
Menariknya, tren ini tidak selalu menonjolkan perubahan besar. Sebagian warganet justru dengan santai menuliskan bahwa mereka “tidak banyak berubah”, baik secara fisik maupun gaya hidup.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa makna tren ini sangat subjektif, bergantung pada pengalaman masing-masing individu.
Dengan interaksi yang tinggi dan partisipasi lintas generasi, tren “2016 was 10 years ago” menjadi cerminan bagaimana media sosial kini berfungsi sebagai ruang arsip memori sekaligus panggung untuk berbagi cerita hidup.

