HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalurkan bantuan pembangunan fasilitas pendidikan dan rumah ibadah di Provinsi Maluku. Hal ini ia lakukan sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan dan layanan keagamaan di daerah kepulauan tersebut.
“Pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperkuat harmoni sosial di Maluku,” kata Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Ambon, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, Kementerian Agama memberikan dukungan pembangunan terhadap enam fasilitas pendidikan dan rumah ibadah, yakni Masjid Kementerian Agama Maluku di Kota Ambon, Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), Kantor Kementerian Agama Kota Tual, gedung kelas baru MTsN 3 Maluku Tenggara, serta Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Menurut Menag, bantuan tersebut tidak hanya difokuskan pada madrasah dan lembaga pendidikan Islam, tetapi juga menjangkau pendidikan keagamaan lintas agama sebagai wujud kehadiran negara yang adil dan inklusif.
“Kemenag hadir untuk seluruh umat beragama. Pembangunan sarana pendidikan yang berkualitas harus dirasakan secara merata, baik oleh madrasah, sekolah keagamaan Kristen dan Katolik, maupun pesantren,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Agama, Kanwil Kemenag Maluku melalui Pembimas Katolik menyalurkan bantuan pengembangan prasarana senilai Rp154,3 juta untuk SMA Katolik (SMAK) Mediatrix Langgur di Kabupaten Maluku Tenggara. Selain itu, Program Indonesia Pintar (PIP) juga disalurkan bagi 14 sekolah Kristen di Maluku dengan total nilai bantuan berkisar antara Rp1,17 miliar hingga Rp1,27 miliar.
Di sektor pendidikan keagamaan Islam, Kanwil Kemenag Maluku menyalurkan bantuan senilai total Rp510 juta bagi pesantren dan lembaga keagamaan Islam di Maluku.
Dalam mendukung transformasi digital pendidikan, sebanyak 170 madrasah di Provinsi Maluku menerima bantuan pengadaan akses internet WiFi melalui program BAKTI Aksi guna meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi.


