HOLOPIS.COM, JAKARTA – Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang tahun 2025 mencapai Rp900,9 triliun, atau 46,6 persen dari total realisasi investasi nasional yang tercatat sebesar Rp1.931,2 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani menyebut, derasnya aliran modal asing yang masuk ke Tanah Air karena stabilitas nasional sebagai faktor utama pertimbangan investor.
“Memang investasi luar negeri ini tetap terjadi, karena mereka melihat bahwa di tempat kita masih menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan itu yang mereka lihat,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Holopis.com, Sabtu (17/1/2026).
Sepanjang 2025, terdapat lima negara yang menjadi kontributor terbesar realisasi PMA di Indonesia. Singapura menempati posisi pertama dengan nilai investasi mencapai USD17,4 miliar. Posisi kedua ditempati Hong Kong dengan total investasi sebesar USD10,6 miliar.
China berada di peringkat ketiga dengan kontribusi investasi sebesar USD7,5 miliar. Selanjutnya, Malaysia menyusul dengan nilai USD4,5 miliar, sementara Jepang melengkapi lima besar investor asing dengan realisasi investasi sebesar USD3,1 miliar.
Dominasi negara-negara Asia ini mencerminkan kuatnya hubungan ekonomi regional serta daya tarik Indonesia sebagai basis produksi dan pasar potensial di kawasan.
Dari sisi sektor, PMA sepanjang 2025 paling banyak mengalir ke sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya. Nilai investasi di sektor ini mencapai USD14,6 miliar atau sekitar 26,0 persen dari total PMA.
Di posisi berikutnya, sektor Pertambangan mencatat realisasi investasi sebesar USD4,7 miliar atau 8,4 persen. Sektor Jasa Lainnya menyusul dengan nilai USD4,5 miliar (8,0 persen), diikuti Industri Kimia dan Farmasi sebesar USD3,8 miliar (6,8 persen).
Sementara itu, sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi mencatatkan investasi PMA sebesar USD3,3 miliar atau setara 5,8 persen dari total PMA sepanjang 2025.
Kuatnya investasi di sektor industri pengolahan dan logam dasar dinilai sejalan dengan agenda hilirisasi pemerintah yang terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Selain PMA, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) juga menunjukkan kinerja solid. Sepanjang 2025, investasi domestik terbesar mengalir ke sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi dengan nilai mencapai Rp158,6 triliun atau 15,4 persen dari total PMDN.
Sektor Pertambangan berada di peringkat kedua dengan nilai investasi Rp123,8 triliun (12,0 persen). Selanjutnya, sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran mencatat realisasi sebesar Rp99,6 triliun (9,7 persen).
Sektor Jasa Lainnya menempati posisi keempat dengan Rp98,6 triliun (9,6 persen), disusul sektor Perdagangan dan Reparasi yang membukukan investasi Rp92,9 triliun atau 9,0 persen.

