Prabowo Tagih Peran ‘Elit Akademik’ Jawab Tantangan Bangsa

27 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar perguruan tinggi merupakan kelompok elit bangsa yang memikul tanggung jawab besar terhadap masa depan Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menyampaikan pesan tegas Presiden Prabowo, bahwa penguasaan sains dan teknologi yang dimiliki kalangan akademisi harus diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Bapak Presiden menyampaikan marilah kita refleksikan bersama tentu Bapak-Ibu yang hadir tadi orang-orang terpilih yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia untuk menjadi pengawal atau pemimpin akademik, pemimpin keilmuan,” ujar Brian usai mendapingi Presiden dalam pertemuan dengan para rektor dan guru besar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Brian mengatakan, Kepala Nagara menekankan bahwa posisi guru besar dan pimpinan perguruan tinggi bukan sekadar simbol prestise akademik, melainkan amanat besar dari rakyat Indonesia yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

- Advertisement -

“Tetapi Pak Presiden mengajak bersama-sama, marilah kita juga merefleksikan diri apa yang sudah bisa kita berikan pada masyarakat, kepada bangsa dan negara,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyinggung berbagai persoalan mendasar yang masih membelit Indonesia, mulai dari korupsi, praktik under-invoicing, hingga kebocoran penerimaan negara.

Kondisi ini, menurut Presiden, menuntut lahirnya sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga berintegritas tinggi.

“Tantangan bahwa perguruan tinggi harus mampu mencetak SDM yang tidak hanya mumpuni secara kapasitas, kapabilitas, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi, memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan juga memiliki keberpihakan yang besar pada masyarakat dan bangsa Indonesia,” kata Brian mengutip pesan Presiden.

Presiden Prabowo juga mengaitkan peran elit akademik dengan dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Di tengah pergeseran kekuatan dunia, Indonesia dituntut menjadi negara yang mandiri dan mampu bertahan melalui penguasaan sains dan teknologi.

“Sehingga, setiap negara haruslah menjadi negara yang mampu mandiri, mampu survival dan ini tentunya sektor penguasaan sains dan teknologi, para perguruan tinggi itu diharapkan menjadi lokomotif negara kita,” ujar Brian.

Lebih jauh, Presiden menyebut bahwa saat ini Indonesia membutuhkan “pahlawan” dalam bentuk baru. Jika di masa lalu pahlawan adalah mereka yang mengangkat senjata melawan penjajah, maka kini pahlawan adalah inovator dan ilmuwan yang mampu menciptakan terobosan untuk kesejahteraan bangsa.

“Nah saat ini pahlawan-pahlawan ini adalah orang-orang yang bisa melakukan inovasi-inovasi, melakukan terobosan-terobosan sehingga bisa meningkatkan pendapatan negara,” tutur Brian.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Presiden Prabowo juga memutuskan menambah alokasi dana riset dan inovasi hingga Rp4 triliun untuk seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Kebijakan ini diharapkan memperkuat peran kampus sebagai pusat lahirnya SDM unggul dan solusi strategis bagi persoalan nasional.

“Ini adalah satu bukti, satu gambaran betapa memang Bapak Presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi, kepada seluruh peneliti, seluruh guru besar untuk memiliki kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa kita ke depan,” kata Brian.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
27 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis