Kronologi Lengkap Guru Jambi Dikeroyok Siswa hingga Gubernur Turun Tangan

27 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Viral seorang guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Jambi bernama Agus Saputra adu jotos dengan sejumlah siswanya. Meski melawan, Agus yang kalah jumlah jadi bulan-bulanan dipukuli belasan siswanya.

Agus menjelaskan insiden pengeroyokan yang dialaminya berawal saat salah seorang siswa di dalam kelas saat jam pelajaran meneriaki dirinya dengan kalimat yang tidak sopan.

- Advertisement -

Saat itu, Agus mengaku berada di luar kelas. Mendengar omongan sang siswa, dia lalu masuk ruang kelas.

“Setelah itu saya masuk ke kelas, saya tanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu. Dia (siswa) langsung menantang saya, akhirnya saya refleks satu kali menampar muka dia. Nah, itu awal kejadiannya,” kata Agus dalam video yang beredar dikutip pada Jumat, (16/1/2026).

- Advertisement -

Agus menceritakan saat jam istirahat, siswa itu kembali menghampiri dirinya untuk mencari keributan. Insiden itu berulang kembali saat siang dengan cekcok hingga berujung pengeroyokan terhadap dirinya.

“Saya sudah berusaha tenang pada saat itu di dalam kantor. Dengan ada CCTV sebagai bukti,” ujar Agus.

Adapun terkait videonya yang bawa senjata tajam atau sajam sejenis celurit, dia menjelaskan sajam itu merupakan aset sekolah. Dia menuturkan sajam ada di area sekolah karena SMKN 3 merupakan sekolah kejuruan di bidang pertanian.

Agus mengatakan sajam yang dipegangnya hanya untuk menggertak agar para siswa membubarkan diri.

“Saya pakai itu hanya untuk menggertak mereka agar bubar, tidak ada niat lain selain itu. Kalau tidak seperti itu, mungkin ada kejadian buruk lagi menimpa saya,” tuturnya.

Dari salah satu slide video, Agus terlihat membawa dua sajam ke tengah lapangan. Namun, kerumunan siswa sudah menjauh dengan ada guru lain yang berusaha meredakan para siswa.

Bikin Tim Investigasi

Gubernur Jambi Al Haris menaruh perhatian dalam kasus guru dikeroyok sejumlah siswa. Dia mengaku mesti sampai membuat tim investigasi dari Dinas Pendidikan Jambi untuk mengumpulkan informasi secara objektif terkait aksi anarkis sejumlah siswa yang berani mengeroyok guru bernama Agus.

Haris menyesalkan insiden pengeroyokan itu bisa terjadi di lingkungan sekolah.

“Kita lihat nanti bagaimana hasilnya, saya ingin masalah ini tidak melebar ke mana-mana. Kejadian itu sangat disesali terjadi,” kata Gubernur Jambi Al Haris.

Bagi dia, insiden pengeroyokan itu tak perlu sampai terjadi. Aksi pengeroyokan itu sama dengan mencoreng dunia pendidikan.

Dia berharap masalah itu bisa diselesaikan secara damai atau kekeluargaan. Namun, jika ada sikap keliru dari guru, maka ia memastikan ada sanksi.

“Karena kita ingin bahwa dunia pendidikan tidak boleh ada yang mencoreng. Jadi, saya kira ini insiden yang saya anggap kurang baik di dunia pendidikan. Kalau gurunya salah, kita akan beri sanksi,” ujar dia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
27 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru