Kemenpar & Kemenkop Perkuat Pilar Ekonomi Desa Melalui Koperasi Desa Merah Putih

42 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bayangkan sebuah desa wisata di mana penduduknya bukan cuma jadi penonton atau pemandu wisata, tapi juga pemilik saham dari bisnis pariwisata di tanah kelahiran mereka sendiri. Itulah “mimpi besar” yang baru saja diresmikan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (14/1/2025).

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi “berpacaran” lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mengawal lahirnya Koperasi Desa Merah Putih.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, kolaborasi ini bertujuan mengubah wajah ekonomi desa wisata agar lebih formal, tangguh, dan punya akses modal yang luas. Selama ini kita mengenal Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) sebagai ujung tombak desa wisata. Namun, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop, Panel Barus, ingin melangkah lebih jauh.

“Yang kita dorong adalah transformasi Pokdarwis menjadi lembaga usaha rakyat yang formal dalam bentuk koperasi. Koperasi bukan sekadar kelompok, melainkan badan usaha yang memiliki akses pembiayaan dan kapasitas bisnis untuk tumbuh,” tegas Panel Barus.

- Advertisement -

Sederhananya yaitu desa wisata bakal dikelola dengan manajemen ala korporasi, tapi dengan jiwa gotong royong khas koperasi. Kolaborasi ini tidak main-main karena mencakup langkah-langkah strategis yang komprehensif.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, memaparkan bahwa sinergi ini akan dimulai dengan pertukaran data “harta karun” potensi desa wisata sebagai fondasi pengembangan usaha.

Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pendampingan intensif agar produk wisata desa, mulai dari suvenir hingga paket tur, memiliki amunisi kualitas standar tinggi. Tak berhenti di situ, penguatan infrastruktur dan sarana pendukung juga menjadi prioritas demi memastikan koperasi desa memiliki fondasi yang kokoh dan berkelanjutan.

Nama “Merah Putih” bukan sekadar hiasan. Ini adalah simbol percepatan ekonomi rakyat di tingkat akar rumput. Hariyanto menegaskan bahwa pariwisata tidak boleh hanya soal membangun jembatan atau spot foto Instagrammable, tapi soal memperkuat kantong nasi masyarakatnya.

“Pariwisata harus melampaui penguatan infrastruktur. Kita butuh kelembagaan usaha rakyat yang kokoh,” ujar Hariyanto.

Jika Anda berkunjung ke desa wisata di masa depan, jangan kaget jika pengelolaannya jauh lebih profesional. Mulai dari sistem reservasi, kualitas kuliner, hingga fasilitas penginapan, semuanya akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih yang mandiri secara finansial.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
42 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis