Heboh Video Dharma Pongrekun Soal “Panic Public”, Netizen: Gak Usah Nakutin!
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh beredarnya potongan video pernyataan Komjen Polisi (Purn) Dharma Pongrekun yang menyinggung potensi terjadinya “panic public”.
Video tersebut ramai dibagikan lintas platform dan memicu perdebatan warganet, mulai dari yang menganggapnya sebagai peringatan serius hingga yang menilai pernyataan itu terlalu menakut-nakuti publik.
Dalam video yang viral itu, mantan petinggi Polri ini terlihat menyampaikan pesan dengan nada tegas mengenai kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Ia menekankan pentingnya persiapan sejak dini agar masyarakat tidak kaget apabila terjadi kondisi tak terduga yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Pernyataan Dharma Pongrekun dalam video tersebut langsung menyedot perhatian publik karena menyinggung potensi kepanikan massal jika masyarakat tidak siap menghadapi krisis mendadak.
Dharma menyebut masyarakat perlu mulai memikirkan skenario terburuk, termasuk kemungkinan terhentinya layanan dasar.
“Mulai kasih tahu adik-adik, kasih tahu orang tua untuk mempersiapkan keadaan darurat… bagaimana bertahan selama tujuh hari,” ujarnya dalam potongan video yang beredar.
Ia juga menggambarkan kondisi ketika fasilitas publik lumpuh.
“Ketika listrik mati, ATM nggak bisa jalan, AC mati, kulkas juga mati, bertibaan makanan busuk, malam tidak ada lampu, air bersih tidak ada,” kata Dharma.
Menurutnya, ketergantungan pada listrik dan sistem distribusi air bisa menjadi masalah besar saat krisis.
Lebih jauh, Dharma mengingatkan bahwa situasi darurat berpotensi memunculkan kepanikan kolektif.
“Nanti akan terjadi panik, akan terjadi panik publik, dan di situ orang akan muncul sifat ego-nya,” ucapnya.
Ia menilai kondisi tersebut dapat membuat setiap individu hanya berfokus menyelamatkan diri dan keluarganya masing-masing.
Dalam pernyataannya, Dharma juga menyinggung soal kepercayaan.
“Don’t trust anyone, tidak ada yang kita bisa percaya, kecuali dirimu dan keluargamu, dan Tuhan yang kau percaya,” katanya.
Ia bahkan menyinggung contoh di beberapa negara yang disebutnya telah memiliki panduan atau pembagian manual terkait kondisi darurat.
Potongan video ini pun menuai beragam reaksi. Sebagian warganet menganggap pernyataan tersebut sebagai alarm kewaspadaan, sementara lainnya menilai narasi yang disampaikan berpotensi menimbulkan ketakutan berlebihan di tengah masyarakat.
“Ini yang termasuk membuat orang panik public, jangan percaya, percaya sama Allah SWT,” komentar akun @orang1097 di unggahan TikTok @nyongmakuku.
“Tiap VT beliau muncul, justru malah kecemasan dan ketakutan yang kualami,” tulis akun @sari078711.
“Gak usah nakut2in rakyat, hidup aja seperti biasa, semua hanya terjadi atas kehendak Allah,” kata akun @thataproperty9.
Viral-nya video ini menunjukkan betapa isu krisis dan kesiapsiagaan publik masih menjadi topik sensitif yang mudah memancing respons luas.