Taman Nasional Komodo Tutup Total Hingga 15 Januari Akibat Cuaca Ekstrem
HOLOPIS.COM, LABUAN BAJO – Bagi Anda yang sedang merencanakan petualangan melihat sang naga purba dalam waktu dekat, nampaknya harus sedikit bersabar. Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) baru saja mengumumkan penutupan sementara seluruh aktivitas wisata di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Keamanan wisatawan menjadi prioritas utama menyusul peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyelimuti perairan Manggarai Barat dalam beberapa hari ke depan.
Penutupan operasional ini mulai diberlakukan secara resmi sejak Senin malam, 12 Januari 2026, dengan rencana pembukaan kembali pada 15 Januari 2026, meskipun durasi ini bersifat dinamis mengikuti perkembangan kondisi alam di lapangan.
Kebijakan ini mencakup penghentian seluruh bentuk pelayanan wisata alam di dalam kawasan Taman Nasional Komodo serta pembatasan ketat pada rute-rute pelayaran wisata di perairan sekitarnya.
Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan langkah preventif berdasarkan data teknis dari BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang dan Maklumat Pelayaran dari KSOP Kelas III Labuan Bajo. Gelombang tinggi dan angin kencang di awal tahun memang menjadi tantangan tersendiri bagi pelayaran di Labuan Bajo.
"Seluruh pelaku usaha pariwisata, nakhoda, hingga pengunjung wajib mengutamakan keselamatan dan mematuhi kebijakan ini demi kebaikan bersama," ujar Hendrikus.
Penutupan kali ini tercatat sebagai momen kedua di bulan yang sama di mana operasional kapal wisata dihentikan secara total. Sebelumnya, pelayaran baru saja diizinkan kembali pada 9 Januari 2026 setelah sempat terhenti selama dua pekan akibat kendala cuaca yang serupa, menunjukkan betapa dinamisnya kondisi alam di awal tahun ini.
Selain itu, pihak KSOP tidak hanya membatasi perjalanan menuju kawasan Taman Nasional Komodo, tetapi juga menutup seluruh jalur menuju berbagai destinasi wisata air lainnya di wilayah Labuan Bajo. Langkah ini diambil untuk memastikan jalur pelayaran benar-benar steril dan aman dari risiko kecelakaan laut akibat gelombang tinggi bagi seluruh jenis kapal wisata.
Untuk memberikan kepastian bagi wisatawan, otoritas terkait terus melakukan evaluasi dan pemantauan perkembangan cuaca secara real-time. Jika kondisi dinyatakan benar-benar aman sebelum tanggal 15 Januari, atau justru terdapat potensi bahaya tambahan, pengumuman terbaru mengenai status pembukaan kembali akan segera dirilis secara resmi.
Bagi Anda yang sudah terlanjur berada di Labuan Bajo, jangan berkecil hati karena Anda masih bisa mengeksplorasi keindahan daratan Flores yang tidak kalah memesona. Anda dapat mencoba berbagai aktivitas menarik seperti berwisata budaya dengan mengunjungi desa adat atau menyaksikan pertunjukan tari Caci yang energetik.
Atau bisa juga menikmati wisata kuliner ikan bakar segar di Kampung Ujung yang legendaris, hingga melakukan eksplorasi darat ke destinasi eksotis seperti Goa Batu Cermin atau Rangko dengan tetap memperhatikan aksesibilitas setempat. Tetap pantau akun resmi media sosial Balai Taman Nasional Komodo untuk pembaruan status pembukaan kawasan. Safety first, adventure later.