HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perubahan suasana hati atau mood swing saat premenstrual syndrome (PMS), merupakan kondisi yang sering dialami perempuan pada satu hingga dua minggu sebelum menstruasi.
Meski penyebab pastinya belum diketahui secara menyeluruh, para ahli menilai fluktuasi hormon selama siklus menstruasi menjadi faktor utama yang memicu kondisi ini.
Tak hanya perubahan emosi, PMS juga kerap disertai berbagai keluhan fisik, seperti perut kembung, nyeri otot, munculnya jerawat, hingga rasa nyeri pada payudara.
Kombinasi gejala tersebut dapat memperburuk suasana hati dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi mood swing saat PMS agar produktivitas tetap terjaga.
Cara Mengatasi Mood Swing Saat PMS agar Tidak Mengganggu Aktivitas
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan perubahan suasana hati saat PMS:
1. Perbaiki Pola Makan
Menjaga pola makan sehat menjadi langkah penting saat mengalami PMS. Kurangi konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak, serta batasi minuman berkafein dan beralkohol.
Jenis makanan dan minuman tersebut dapat memicu gangguan pencernaan, seperti mual dan perut kembung, yang membuat tubuh terasa semakin tidak nyaman. Selain itu, asupan gula berlebih, alkohol, dan kafein juga diketahui dapat memperburuk mood swing saat PMS.
Sebagai gantinya, konsumsilah makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, protein, asam lemak omega-3, serta kalsium. Untuk mencegah perut kembung, disarankan makan dalam porsi kecil namun dengan frekuensi lebih sering.
2. Kelola Stres dengan Baik
Perubahan emosi menjelang menstruasi dapat diredakan dengan mengelola stres secara tepat. Lakukan aktivitas yang menyenangkan dan menenangkan, seperti meditasi, yoga, olahraga ringan, pijat, atau sekadar berkumpul bersama teman.
Selain membantu menstabilkan suasana hati, aktivitas tersebut juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan fisik selama PMS.
3. Konsumsi Obat Pereda Nyeri
Jika nyeri akibat PMS terasa cukup berat dan berdampak pada suasana hati, penggunaan obat pereda nyeri dapat menjadi pilihan. Beberapa obat yang umum digunakan antara lain paracetamol, ibuprofen, atau naproxen.
Namun, konsumsi obat-obatan tersebut harus dilakukan sesuai dosis dan anjuran dokter agar tetap aman bagi kesehatan.

