Korban Demo Berdarah Iran Melonjak, Data Aktivis Ungkap Angka 2.571 Tewas

28 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jumlah korban tewas demo rusuh protes pemerintah Iran terus melonjak menjadi 2.571. Data itu bersumber dari kelompok aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS, HRANA.

Mengutip The Guardian, Rabu, (14/1/2026), angka 2.571 korban tewas itu merupakan 2.403 dari massa demonstran dan 147 orang yang berafiliasi dengan pemerintah. Pun, lebih dari 18.100 orang sudah ditahan aparat Iran.

- Advertisement -

Dengan putusnya internet di Iran, mengukur jumlah korban demo rusuh dari luar negeri menjadi lebih sulit. Banyak media massa luar yang belum bisa merulis angka secara independen terkait jumlah korban. Pemerintah Iran sejauh ini juga belum memberikan angka korban secara keseluruhan.

Dari ulasan The Guardian, jumlah korban jiwa yang tembus 2.571 itu jauh lebih besar daripada jumlah korban jiwa dari aksi protes atau kerusuhan lainnya di Iran dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi di Iran saat ini juga mengingatkan terhadap kekacauan yang terjadi selama Revolusi Islam tahun 1979.

- Advertisement -

Rezim Iran jadi Sorotan

Gejolak politik yang terjadi di Iran dengan aksi demo rusuh di berbagai daerah direspons keras pemerintah. Rezim Iran sejauh ini masih terus menangkap pendemo yang terlibat dalam aksi demo rusuh.

Dari laporan The Independent, rezim Iran dikabarkan akan mengeksekusi seorang demonstran pada Rabu ini. Menurut LSM Norwegia Hengaw Organisation for Human Rights, eksekusi dilakukan karena dugaan keterlibatan pendemo dalam aksi protes yang melanda Iran.

Warga itu bernama, Erfan Soltani (26), yang bisa menjadi orang pertama yang dijatuhi hukuman mati karena diduga terlibat dalam aksi demo besar-besaran di Iran.

Soltani ditangkap di rumahnya hanya enam hari yang lalu. Pemuda itu diproses dengan cepat melalui sistem peradilan untuk menghadapi hukuman mati pada Rabu.

Rezim Iran makin meningkatkan kebijakan represif terhadap pendemo yang menyampaikan perbedaan pendapat.

Langkah Iran itu karena manuver pemerintahan Presiden Donald Trump yang meminta warga Amerika Serikat (AS) didesak untuk meninggalkan Tanah Persia itu. Pun, Trump juga mengeluarkan ancaman bakal mengambil tindakan sangat keras jika pemerintah Iran mulai mengeksekusi para demonstran.

Trump juga mendesak para pendemo di Iran untuk “mengambil alih” lembaga-lembaga. Ia mendorong pendemo berbuat anarkir karena mengklaim ada bantuan akan segera datang. “Bantuan sedang dalam perjalanan,” ujar Trump dikutip dari The Independent.

Trump juga memperingatkan bahwa Teheran akan membayar harga mahal untuk setiap tindakan keras yang disertai kekerasan.

Dalam dinamikanya, komunikasi langsung antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan khusus AS Steve Witkoff juga untuk sementara batal.

Seorang pejabat senior Iran menyampaikan bahwa ancaman AS merusak upaya diplomatik. Lalu, potensi pertemuan antara kedua pejabat untuk menemukan solusi diplomatik atas sengketa nuklir yang telah berlangsung selama beberapa dekade juga dibatalkan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
28 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru