HOLOPIS.COM, JAKARTA – Industri perfilman Indonesia resmi mencetak sejarah baru dengan mencatatkan angka penonton tertinggi sepanjang masa. Hingga 31 Desember 2025, jumlah penonton film nasional berhasil menembus angka 80.270.000 orang, melampaui rekor tahun sebelumnya sebesar 80,21 juta penonton.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata ketangguhan ekosistem film dalam negeri. Meski sempat diwarnai gangguan operasional bioskop akibat dinamika sosial di beberapa titik strategis, antusiasme masyarakat tetap tidak terbendung.
“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa film nasional telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya, Kamis (9/1/2025).
Dominasi Genre Horor dan Produktivitas Sineas Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, sepanjang tahun 2025 terdapat 201 judul film Indonesia yang dirilis. Genre horor masih menjadi primadona sekaligus mesin utama penggerak jumlah penonton dengan total 90 judul. Sementara itu, genre drama menyusul dengan 66 judul, disusul oleh komedi, laga, dan religi.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menambahkan bahwa tingginya produktivitas ini dibarengi dengan geliat produksi yang masif. Tercatat ada 2.732 Tanda Pemberitahuan Pembuatan Film (TPPF) yang diterbitkan, di mana 54 persennya merupakan produksi film pendek, panjang, hingga serial.
Indonesia jadi magnet kru film internasional selain sukses di pasar domestik, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai lokasi syuting favorit global. Sepanjang 2025, sebanyak 2.114 kru asing tercatat melakukan pengambilan gambar di tanah air.
Kementerian Kebudayaan telah menerbitkan 158 surat persetujuan syuting asing, yang didominasi oleh pembuatan film dokumenter (80 proyek). Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat menjadi pengirim kru terbanyak yang memanfaatkan kekayaan lokasi strategis di Indonesia.
Data Sensor dan Klasifikasi Usia Dari sisi regulasi, sebanyak 41.092 materi film dan iklan telah dinyatakan lulus sensor sepanjang tahun. Mayoritas karya yang beredar merupakan konten lokal (64,4 persen), sementara sisanya adalah film impor.
Klasifikasi usia penonton didominasi oleh kategori 13+ dengan total 19.859 materi, disusul kategori Semua Umur (SU) sebanyak 11.930, kategori 17+ sebanyak 8.982, dan kategori dewasa 21+ sebanyak 321 materi.
Capaian gemilang ini diharapkan menjadi momentum bagi perfilman Indonesia untuk tidak hanya berjaya secara komersial di dalam negeri, tetapi juga semakin kompetitif di kancah internasional pada tahun-tahun mendatang.

