HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Bosnia dan Herzegovina, H.E. Zukan Helez, di Kantor Kemhan Bosnia, Sarajevo.
Pertemuan ini menandai babak baru penguatan hubungan diplomatik militer melalui rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pertahanan dalam waktu dekat.
Dalam kunjungan resmi tersebut, kedua negara menyepakati sejumlah poin krusial yang dituangkan dalam Joint Statement. Beberapa fokus utama kerja sama yang disepakati meliputi penguatan industri pertahanan, transfer teknologi, pendidikan militer, serta kolaborasi dalam misi kemanusiaan dan perdamaian di bawah mandat PBB.
“Pertemuan ini menghasilkan komitmen kuat untuk meningkatkan kerja sama bilateral sebagai wujud kontribusi bersama terhadap stabilitas global,” ujar Menhan Sjafrie, seperti yang dikutip Holopis.com dalam keterangan pers, Senin, (12/1).
Selain rencana MoU, hasil konkret lainnya adalah penjajakan penempatan Atase Pertahanan Bosnia di Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai bukti keseriusan kedua negara dalam membangun kemitraan strategis yang berbasis kepercayaan.
Guna melihat langsung potensi kolaborasi teknis, Menhan Sjafrie beserta delegasi juga meninjau fasilitas industri pertahanan Pretis di Bosnia. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Indonesia menjajaki pengembangan teknologi alutsista dengan mitra internasional.
Langkah strategis ini ditegaskan Menhan sebagai implementasi dari prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Melalui kerja sama ini, Indonesia berkomitmen memperkuat kepentingan pertahanan nasional sekaligus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia.


