HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez melontarkan kecaman keras terhadap Amerika Serikat menyusul peringatan terbaru yang disampaikan Presiden AS Donald Trump kepada Havana. Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (11/1) dan mempertegas memanasnya hubungan kedua negara.
“Amerika Serikat berperilaku layaknya seorang kriminal dan kekuatan dominan tak terkendali yang mengancam perdamaian dan keamanan, tidak hanya di Kuba dan belahan Bumi ini, tetapi juga di seluruh dunia,” ujar Bruno Rodriguez, dikutip Holopis.com, Senin (12/1).
Rodriguez menegaskan bahwa Kuba memiliki hak penuh sebagai negara berdaulat untuk mengimpor bahan bakar dari pasar mana pun yang bersedia mengekspornya. Ia juga menolak segala bentuk campur tangan, subordinasi, maupun langkah koersif sepihak yang dijalankan Amerika Serikat dalam hubungan perdagangan internasional.
Kecaman tersebut muncul setelah Donald Trump sebelumnya menyarankan agar Kuba segera membuat kesepakatan dengan Washington. Trump bahkan melontarkan ancaman akan menghentikan sepenuhnya aliran minyak dan dana ke negara tersebut.
“TIDAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG MENGALIR KE KUBA – NOL! Saya sangat menyarankan agar mereka (Kuba) membuat kesepakatan, SEBELUM TERLAMBAT,” tulis Trump di platform media sosial Truth Social.
Trump juga menyebut bahwa Kuba selama bertahun-tahun bergantung pada pasokan minyak dan dana dalam jumlah besar dari Venezuela.
“Kuba selama bertahun-tahun hidup dari pasokan MINYAK dan UANG dalam jumlah besar dari Venezuela,” ujar Trump.
sebagai informasi, ketegangan kawasan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Venezuela pada 3 Januari dini hari waktu setempat. Operasi tersebut dilaporkan berujung pada penangkapan paksa Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya dan menuai kecaman serta kekhawatiran luas dari berbagai negara.
Usai serangan tersebut, Trump kembali melontarkan pernyataan bahwa Kuba akan menjadi isu berikutnya yang akan dibahas oleh pemerintahannya. Ia juga memperingatkan Presiden Kolombia Gustavo Petro agar bersikap hati-hati di tengah dinamika kawasan yang kian memanas.



