HOLOPIS.COM, JAKARTA – Komisaris PT Pertamina Tbk, Hasan Nasbi Batupahat memberikan respons atas materi pertunjukan Pandji Pragiwaksono di Mens Rea yang tayang di Netflix. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Pandji hanya sebatas hiburan semata.
“Kalau buat saya anggap aja itu sebagai penghibur yang memang sedang menjual hiburannya, kan lagi ngamen nih, lagi menjual hiburannya dengan angle yang dipakai adalah menyerang pemerintah,” kata Hasan Nasbi dalam sebuah podcast yang dipandu oleh Akhmad Sahal seperti dikutip Holopis.com, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, alasan Pandji menyerang pemerintah adalah materi semacam itu yang dianggap paling efektif untuk membuat tiket pertunjukannya laku banyak. Karena jika bukan menyerang pemerintah, ia yakin penjualan tiket pertunjukan salah satu pendiri Standup Comedy Indonesia tersebut sulit untuk laku keras.
“Karena mungkin kalau angle-angle pro pemerintah mungkin susah bikin mengemasnya mungkin susah,” ujarnya.
Founder lembaga survei Cyrus Network tersebut mengajak masyarakat untuk tidak perlu melihat Pandji sebagai sosok kritikus karena materinya yang banyak menyerang pemerintah saat ini.
“Dan jangan juga dianggap ini sebagai seorang kritikus. Jangan dianggap ini juga sebagai sebuah orang yang menjalankan kritik sosial, No, enggak,” tukasnya.
Bagi Hasan Nasbi, apa yang dilakukan Pandji dengan memberikan serangan narasi negatif kepada pemerintah dan berbagai pertunjukannya selama ini adalah bagian dari mekanisme bertahan hidup semata.
“Karena saya lihat lah, pola-pola komunikasi dia, bagaimana dia ini itu semua demi bertahan hidup aja,” ucapnya.
Pandji Damai Saat Ada Kerusuhan Agustus
Tidak hanya itu, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan tersebut menilai, bahwa Pandji tampak sangat damai ketika ada insiden kerusuhan di akhir bulan Agustus 2025 lalu. Hal ini menurut Hasan Nasbi sangat wajar karena di momentum tersebut, Pandji sedang akan melakukan pertunjukan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
“Kenapa jadi perhatian saya, karena waktu itu saya lihat postingannya damai, ketika misalnya terjadi huru-hara akhir Agustus lalu, itu Panji mungkin di antara sekian SJW atau yang suka mengkritik pemerintah yang postingannya damai-damai,” tukas Hasan Nasbi.
Baginya, Padji sengaja tak membahas konflik kerusuhan di Agustus itu karena ingin tetap menyelamatkan pertunjukannya. Karena jika sampai ikut membahas, tentu kegiatan show-nya bisa sangat terpengaruh.
“(Postingan) soal cinta, soal wah ternyata di dunia nyata di GBK tidak seseram yang digambarkan di media sosial. Banyak orang yang seperti nggak ada kejadian apa-apa kok, orang tetap lari pagi dan segala macam, karena dia mau tampil. Karena kalau dia tidak membangun kepercayaan diri kayak gitu nanti orang enggak jadi datang ke show-nya dia gitu,” tandasnya.
Karena jika melihat sepak terjangnya selama ini, Hasan Nasbi memandang bahwa seharusnya Pandji ikut mengomentari pedas bahkan ikut melakukan narasi di media sosial terkait dengan kejadian kerusuhan yang berlangsung akhir bulan Agustus 2025 tersebut.
“Kalau dia enggak ada rencana buat show di tanggal-tanggal segitu, mungkin dia ikut memanas-manasi suasana. Jadi ini mekanisme bertahan hidup,” pungkas Hasan Nasbi.



