Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Dua Negara Populasi Jumbo, Indonesia–China Perkuat Kerja Sama Strategis

29 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperkuat hubungan bilateral dengan negara mitra strategis, salah satunya dengan China. Kerja sama di berbagai sektor meliputi perdagangan, investasi, dan industri diperluas, guna mendukung kepentingan nasional dan pembangunan ekonomi jangka panjang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kerja sama antara Indonesia dan China bersifat terbuka serta menawarkan peluang besar bagi kedua negara, mengingat besarnya potensi pasar dan kekuatan ekonomi masing-masing.

- Advertisement -

Airlangga mengatakan, jumlah penduduk China menempati urutan kedua terbanyak di dunia, yakni sebanyak 1,4 miliar jiwa. Sementara Indonesia menempati urutan keempat, memiliki 285 juta jiwa. Di samping itu, keduanya merupakan anggota G20.

“Tiongkok adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua dengan PDB US$ 17,8 triliun dan Indonesia memiliki PDB US$ 1,4 triliun. Jadi ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, dikutip Holopis.com, Senin (12/1/2026).

- Advertisement -

China tercatat sebagai mitra dagang utama Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai US$ 135,2 miliar pada tahun 2024.

Selain perdagangan, hubungan kedua negara juga menunjukkan kemajuan signifikan melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP), yang menjadi kerangka kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi industri, memfasilitasi investasi, serta mengintegrasikan rantai pasok.

Nota Kesepahaman (MoU) terkait TCTP yang pertama kali diluncurkan pada 2021 telah diperbarui pada Mei 2025. Pembaruan tersebut ditandai dengan penandatanganan antara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao, yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang.

Sebagai bagian dari penguatan kerja sama TCTP, Indonesia dan China juga telah menandatangani 16 proposal proyek antara perusahaan-perusahaan asal Fujian dengan mitra Indonesia.

Total nilai proyek tersebut mencapai Rp 36,4 triliun atau sekitar US$ 2,19 miliar, mencakup berbagai sektor strategis seperti logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, hingga kecerdasan buatan.

“Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia,” jelas Airlangga.

Terkait investasi, Airlangga menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan iklim investasi nasional melalui reformasi regulasi, pengembangan infrastruktur, serta konsistensi kebijakan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi jangka panjang yang menarik bagi investor global.

“Indonesia kini memiliki gugus tugas untuk mempercepat program-program strategis pemerintah yang akan membantu mempercepat proses investasi,” imbuh Airlangga.

Melalui penguatan kerja sama dengan China, pemerintah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, memperkuat industri dalam negeri, serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
29 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru