HOLOPIS.COM, JAKARTA – Founder of Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi menilai bahwa upaya pelaporan yang dilakukan kader Nahdlatul Ulama (NU) kepada Pandji Pragiwaksono atas materi standup comedy di Mens Rea justru tidak sesuai dengan harapan awal, di mana langkah tersebut dinilai bertujuan untuk membungkam Pandji, justru malah salah besar.
Ia menyebut fenomena tersebut sebagai streinsand effect, di mana sebuah upaya untuk menyembunyikan, menghapus, atau menyensor suatu informasi justru secara tidak sengaja membuat informasi tersebut tersebar lebih luas dan menjadi viral, menarik lebih banyak perhatian daripada yang seharusnya.
“Mereka ndak pernah membayangkan ini sebelumnya. Pelaporan atas Mens Rea justru menjadi contoh telanjang Streisand Effect. Upaya membungkam berubah menjadi mesin promosi gratis,” kata Ismail Fahmi dalam tweetnya yang dikutip Holopis.com, Senin (12/1/2026).
Betapa tidak, setelah Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama Rizki Abdul Rahman Wahid melaporkan Pandji atas materi komedi ormas keagamaan mendapatkan izin konsesi tambang dari pemerintah karena faktor politik praktis, dan juga terkait dengan tudingan penodaan agama ke Polda Metro Jaya beberapa hari yang lalu, justru publik penasaran dengan apa yang sebenarnya disampaikan Pandji dalam pertunjukan standup comedy-nya itu.
Alhasil, pencarian tentang Mens Rea maupun Pandji Pragiwaksono meningkat drastis di mesin pencari seperti Google. Hal ini setidaknya yang menjadi tangkapan data oleh Drone Emprit dari Google Trend, setidaknya dalam kurun waktu dua pekan terakhir.
“Ketika nama ini dibawa ke ranah hukum, publik yang sebelumnya abai tiba-tiba penasaran, mencari, menonton, dan mendiskusikan, hingga grafik pencarian melonjak tajam,” jelasnya.
Oleh sebab itulah, Ismail Fahmi memandang bahwa tujuan awal yang hendak dicapai oleh pelapor kepada Pandji justru tak membuahkan hasil yang menggembirakan. Justru hal itu menjadikan Pandji Pragiwaksono dan pertunjukan Mens Rea lebih terkenal lagi.
“Alih-alih meredam, tindakan represif memperluas jangkauan narasi dan memindahkan arena dari ruang tertutup ke ruang publik digital, makin viral,” pungkasnya.
Per saat berita ini diterbitkan, show Mens Rea yang tayang di Netflix masih berada di Top 10, tepatnya di urutan Nomor 7 di mana sempat berada di urutan pertama trending tayangan di platform berbayar itu.
Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa influencer sekaligus komika, Pandji Pragiwaksono, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian oleh Presidium Angkatan Muda NU Rizki Abdurrahman Wahid.
Laporan tersebut diterima pihak kepolisian pada Kamis 8 Januari 2026 kemarin terkait pernyataan Pandji dalam sebuah pertunjukan komedi bertajuk Mens Rea yang tayang di Netflix.
Pelaporan tersebut dibuat lantaran menurutnya materi yang disampaikan Pandji membuat kegaduhan. Dia juga menyebut materi tersebut bisa menimbulkan perpecahan.
Pandji dilaporkan terkait Pasal 300 dan/atau pasal 301 KUHP dan/atau pasal 242 KUHP dan/atau pasal 243 KUHP. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.
“Tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk ‘Mens Rea’,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat 9 Januari 2026.
Budi menambahkan, pihaknya selanjutnya akan melakukan klarifikasi dan menganalisis barang bukti. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.
“Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti, agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi. Beri ruang bagi penyelidik dan penyidik dalam proses penegakan hukum,” jelasnya.

