HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan langkah strategis jangka panjang guna mengamankan ketahanan pangan nasional hingga 50 sampai 100 tahun ke depan. Hal ini sebagaimana ditegaskan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.
Sebagaimana diketahui, Indonesia pada akhir tahun 2025 akhirnya mematahkan siklus panjang impor beras. Pasalnya, Indonesia telah resmi mencapai swasembada beras dengan total produksi mencapai 34,8 juta ton, mengamankan cadangan nasional tertinggi dalam sejarah.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri jika memiliki arah kebijakan dan eksekusi yang konsisten, tanpa mengandalkan pasokan asing untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian saat ini belum cukup untuk menjawab tantangan masa depan. Ia pun mengungkapkan bahwa untuk menjamin ketersediaan pangan nasional, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan strategi jangka panjang. Salah satunya pembukaan 3 juta hektare lahan pertanian baru di luar Jawa.
“Mempersiapkan untuk tahun ini saja tidak cukup. Untuk menjamin ketersediaan pangan selama 50 sampai 100 tahun ke depan, kami membuka 3 juta hektar lahan pertanian baru di luar Jawa,” tegas Sudaryono dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Holopis.com, Sabtu (10/1/2026).
Langkah tersebut dinilai krusial untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan ketidakpastian global. Namun ia menegaskan, bahwa pembangunan lahan pertanian bukan pekerjaan instan. Menurutnya, pembangunan lahan pertanian tidak semudah membangun infrastruktur, lantaran diperlukan proses biologis yang panjang agar lahan yang dihasilkan benar-benar produktif.
“Membangun lahan pertanian baru jauh lebih kompleks daripada membangun jalan tol atau bangunan. Tanah membutuhkan waktu untuk dewasa dan menjadi produktif, itu adalah proses biologis yang tidak bisa terburu-buru,” katanya.
Meski berat, Sudaryono menilai langkah tersebut tidak bisa dihindari. Baginya upaya tersebut membutuhkan kesabaran. Namun ia mengingatkan, jarang terjal tersebut tetap diperlukan untuk kelangsungan hidup jangka panjang seluruh rakyat Indonesia.
“Kemandirian pangan adalah dasar mutlak kekuatan nasional. Kami sedang membangun sistem yang produktif, terjangkau, dan dapat diandalkan untuk setiap warga negara. Ini tentang mengamankan masa depan bangsa kita,” pungkas Sudaryono.

