Haji 2026, Kemenhaj Perkuat Layanan Ramah Perempuan

57 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah memperkuat layanan ramah perempuan dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M, seiring dengan mayoritas jemaah haji Indonesia merupakan perempuan. Penguatan ini dilakukan melalui penambahan jumlah petugas, termasuk pembimbing perempuan, serta peningkatan aspek perlindungan jemaah.

“Jumlah petugas akan kami tambah, termasuk pembimbing perempuan, karena mayoritas jemaah haji Indonesia adalah perempuan,” ujar Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, sebagaimana dikutip Holopis.com dalam keterangan pers, Kamis, (8/1).

- Advertisement -Hosting Terbaik

Selain penguatan layanan, Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan itu mengungkapkan adanya penurunan biaya layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada musim haji tahun ini. Biaya Armuzna turun dari sekitar 2.300 riyal Arab Saudi menjadi 2.100 riyal per jemaah.

Ia menegaskan, penyesuaian tarif tersebut tidak berdampak pada kualitas layanan karena seluruh kontrak menggunakan skema harga bersih tanpa cashback maupun biaya tambahan.

- Advertisement -

Sementara itu, progres pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) di sejumlah daerah dinilai berjalan positif. Menhaj menyebut tingkat pelunasan di Sumatera Barat hampir mencapai 100 persen, Aceh sebesar 83 persen, dan Sumatera Utara lebih dari 90 persen.

“Kami optimistis dalam dua hari ke depan pelunasan Bipih secara nasional bisa mencapai 100 persen,” kata Gus Irfan.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan standar istithaah kesehatan yang menjadi perhatian utama pemerintah pada penyelenggaraan haji 2026. Pemerintah Arab Saudi, kata dia, memberikan perhatian khusus terhadap kelayakan kesehatan jemaah.

“Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan secara acak dan jemaah yang tidak memenuhi syarat berpotensi dipulangkan. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang memaksakan keberangkatan jemaah yang tidak layak secara kesehatan,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, Kementerian Haji dan Umrah juga akan melakukan pembenahan pada aspek embarkasi dan pelayanan di Arab Saudi. Langkah tersebut meliputi optimalisasi pemeriksaan di bandara, seleksi ketat terhadap syarikah, serta pendistribusian kartu Nusuk sejak di embarkasi.

“Semua ini kami lakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah sejak dari Tanah Air hingga kembali ke Indonesia,” pungkas Gus Irfan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
57 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis