10 Januari Hari Tritura: Sejarah Perlawanan Rakyat Lewat Mahasiswa

29 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap 10 Januari, bangsa Indonesia memperingati Hari Tritura atau Tri Tuntutan Rakyat. Peringatan ini merujuk pada salah satu gerakan mahasiswa paling berpengaruh dalam sejarah politik nasional, yang lahir di tengah krisis multidimensi pada 1966.

Hari Tritura bukan sekadar pengingat peristiwa masa lalu. Momentum ini mencerminkan keberanian mahasiswa dan pemuda dalam menyuarakan aspirasi rakyat ketika negara berada dalam tekanan politik, sosial, dan ekonomi yang berat.

- Advertisement -

Apa Itu Hari Tritura?

Hari Tritura menandai aksi demonstrasi besar mahasiswa pada Januari 1966. Gerakan ini dipelopori oleh mahasiswa dan pemuda pasca peristiwa G30S, ketika situasi nasional diliputi ketidakpastian dan konflik ideologis.

Mahasiswa bergerak secara kolektif melalui berbagai kesatuan aksi, seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia. Mereka dikenal sebagai agent of change, yang berani menyuarakan tuntutan rakyat demi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara.

- Advertisement -

Latar Belakang Munculnya Tritura

Lahirnya Tritura dipicu akumulasi persoalan nasional. Kepercayaan publik terhadap pemerintahan Orde Lama menurun drastis setelah tragedi politik 1965. Krisis ekonomi semakin memperparah keadaan, dengan inflasi mencapai sekitar 600 persen.

Harga kebutuhan pokok melambung tinggi, sementara kondisi rakyat semakin terhimpit. Pemerintah saat itu dinilai lamban dan tidak tegas dalam menyikapi keberadaan Partai Komunis Indonesia, sehingga memicu keresahan luas di masyarakat dan kalangan mahasiswa.

Isi Tri Tuntutan Rakyat

Gerakan Tritura membawa tiga tuntutan utama, yaitu:

  1. Pembubaran PKI beserta seluruh organisasi massanya
  2. Pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur terkait G30S/PKI
  3. Penurunan harga dan perbaikan kondisi ekonomi rakyat

Tiga tuntutan ini menjadi tekanan politik yang kuat terhadap pemerintah dan menyebar luas ke berbagai daerah.

Demonstrasi Tritura 1966

Puncak aksi terjadi pada 10–13 Januari 1966, ketika ribuan mahasiswa turun ke jalanan Jakarta. Dalam rangkaian demonstrasi tersebut, mahasiswa Universitas Indonesia, Arif Rahman Hakim, gugur dan dikenang sebagai martir perjuangan mahasiswa.

Tekanan dari gerakan Tritura akhirnya berujung pada terbitnya Supersemar, yang menjadi tonggak awal lahirnya Orde Baru.

Makna Hari Tritura

Hari Tritura menegaskan bahwa kekuasaan sejatinya harus berpihak kepada rakyat. Gerakan mahasiswa 1966 bukan demi kepentingan politik semata, melainkan untuk memperjuangkan kesejahteraan nasional.

Peringatan Hari Tritura juga menjadi pengingat pentingnya persatuan lintas elemen bangsa dan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat—dalam menjaga demokrasi dan keadilan sosial.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
29 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru