Target Lifting Minyak Dipercepat, Pemerintah Siap Lelang 75 Blok Migas Baru

53 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah mempercepat langkah strategis guna mengejar target lifting minyak nasional pada 2026 dengan menyiapkan 75 wilayah kerja (WK) migas baru untuk dilelang.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar peningkatan produksi minyak nasional sekaligus optimalisasi potensi sumber daya alam yang belum tergarap maksimal.

- Advertisement -

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa rencana tersebut merupakan hasil koordinasi dan paparan langsung dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Presiden.

“Beliau (Menteri ESDM) memaparkan mengenai target lifting minyak kita di 2026, yang kita berharap dengan beberapa strategi-strategi termasuk eksplorasi dan penemuan ada 75 blok minyak baru yang kita harapkan di bulan depan sudah bisa dilelang untuk mempercepat penambahan produksi minyak kita,” tegas Prasetyo, dikutip Holopis.com, Rabu (7/1/2026).

- Advertisement -

Percepatan ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi migas Indonesia yang hingga kini belum dioptimalkan sepenuhnya.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki 128 cekungan migas, namun sebanyak 108 di antaranya masih berstatus belum tergarap.

Sebanyak 75 blok migas yang akan ditawarkan tersebut tersebar di berbagai wilayah strategis, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, hingga wilayah lepas pantai (offshore). Pemerintah menilai kondisi ini sebagai peluang besar untuk menarik minat investor migas global.

“Jadi ya kita memiliki wilayah yang akan kita tawarkan, (ada) 75 (wilayah kerja/WK). Seperti di toko, jadi kita pajangkan saja semua,” ujar Yuliot saat ditemui usai rapat bersama Komisi XII DPR RI beberapa waktu lalu.

Saat ini, mekanisme pengembangan wilayah kerja migas tersebut telah disiapkan, baik melalui penugasan langsung maupun lelang reguler.

Tercatat, sembilan blok migas telah ditunjuk untuk dikembangkan oleh badan usaha, sementara puluhan blok lainnya akan menyusul dalam waktu dekat.

Keseriusan pemerintah juga tercermin dari dukungan anggaran yang signifikan kepada Badan Geologi untuk melakukan survei seismik 2D dan 3D sepanjang 2025 hingga 2026.

Survei tersebut menjadi langkah krusial dalam membuka data potensi migas secara lebih akurat sebelum ditawarkan kepada investor.

Yuliot menegaskan bahwa seluruh rangkaian kebijakan tersebut bermuara pada visi besar kemandirian energi nasional di akhir dekade ini.

“Pada tahun 2025 dan 2026, Pemerintah mengalokasikan anggaran yang signifikan dan memberdayakan Badan Geologi untuk melakukan survei 2D dan 3D tingkat lanjut, yang membuka jalan bagi eksplorasi untuk menggarap potensi sumber daya ini,” jelas Yuliot.

Adapun 75 wilayah kerja migas yang telah dan akan dilelang Kementerian ESDM mencakup blok-blok strategis seperti Central Andaman, Amanah, Airkomering, Serpang, Kojo, Melati, Binaya, Gaea, hingga Natuna D-Alpha, serta puluhan wilayah lainnya yang berada pada tahap studi, survei seismik, maupun pemrosesan ulang data.

Pemerintah optimistis percepatan lelang blok migas ini akan menjadi kunci untuk mendongkrak produksi minyak nasional, memperkuat ketahanan energi, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dalam beberapa tahun ke depan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
53 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru