Pemerintah Pacu 18 Proyek Hilirisasi Senilai Rp618 Triliun Mulai Awal 2026

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah mempercepat pelaksanaan 18 Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor hilirisasi dengan total nilai investasi mencapai USD38,63 miliar atau setara Rp618 triliun.

Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh proyek tersebut segera masuk tahap eksekusi lapangan pada awal 2026 sebagai bagian dari percepatan pembangunan industri nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden menargetkan percepatan luar biasa pada 2026, terutama untuk proyek-proyek hilirisasi yang dikelola bersama Danantara Indonesia.

Dari total 18 proyek tersebut, enam proyek prioritas dijadwalkan mulai dibangun melalui peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Januari 2026.

“Bapak Presiden menghendaki untuk dilakukan percepatan-percepatan. Beliau minta sisanya bisa dikejar supaya di bulan Februari atau maksimal bulan Maret, 18 proyek tersebut sudah bisa dilaksanakan seluruhnya,” ujar Prasetyo, dikutip Holopis.com, Rabu (7/1/2026).

Salah satu proyek prioritas yang segera dieksekusi adalah pengembangan fasilitas waste to energy di 34 kabupaten/kota. Proyek ini menyasar daerah dengan produksi sampah lebih dari 1.000 ton per hari dan dinilai mendesak untuk mencegah persoalan lingkungan dan sosial yang semakin meluas.

“Contoh yang pertama adalah berkenaan dengan Waste to Energy yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari. Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah,” kata Prasetyo.

Selain waste to energy, pemerintah juga memprioritaskan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai substitusi impor LPG. Proyek ini dinilai strategis untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi yang terus meningkat.

Prasetyo menambahkan, sekitar 67 persen dari total investasi PSN sektor hilirisasi tersebut dialokasikan di luar Pulau Jawa sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga serta meminta agar ego sektoral ditinggalkan demi kelancaran proyek jangka panjang tersebut.

“Bapak Presiden juga memberikan penekanan kepada kita semua untuk terus memperkuat kerjasama di antara lintas kementerian. Beliau berharap kita meninggalkan kepentingan-kepentingan pribadi untuk secepat-cepatnya mencari titik temu apabila terjadi permasalahan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa proyek industri DME masih dalam tahap pendalaman teknis bersama Menteri Investasi Rosan Roeslani, meski telah masuk dalam daftar percepatan nasional.

“Kasihkan saya waktu untuk satu bulan lagi untuk mendetailkan. Saya dengan Pak Rosan nanti akan menyelesaikan dalam kurun waktu satu bulan,” kata Bahlil.

Terfapat lima dari enam proyek yang dijadwalkan memulai konstruksi pada Januari 2026 meliputi Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, pabrik bioavtur di Cilacap, pabrik bioetanol di Banyuwangi, industri DME sebagai substitusi LPG, serta proyek waste to energy.

Secara keseluruhan, 18 proyek prioritas yang dikejar hingga Maret 2026 mencakup:

1. Industri Smelter Aluminium (Bauksit): Lokasi di Mempawah, Kalimantan Barat.
2. Industri Chemical Grade Alumina (Bauksit): Lokasi di Kendawangan, Kalimantan Barat.
3. Industri DME (Gasifikasi Batu Bara): Berlokasi di 6 titik (Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, dan Banyuasin).
4. Industri Aspal (Aspal Buton): Lokasi di Buton, Sulawesi Tenggara.
5. Industri Mangan Sulfat (Mangan): Lokasi di Kupang, NTT.
6. Industri Stainless Steel Slab (Nikel): Berpusat di Kawasan Industri Morowali, Sulteng.
7. Industri Copper Rod, Wire & Tube (Tembaga): Lokasi di Gresik, Jawa Timur.
8. Industri Besi Baja (Pasir Besi): Lokasi di Kabupaten Sarmi, Papua.
9. Modul Surya Terintegrasi: Berlokasi di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.
10. Industri Bioavtur: Meliputi wilayah Marunda, Cikarang, dan Karawang.
11. Oil Refinery & Storage Tanks: Proyek tersebar merata dari Lhokseumawe hingga Fakfak.
12. Pabrik Bioetanol: Berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.
13. Waste to Energy (PLTSa): Implementasi serentak di 34 Kabupaten/Kota.
14. Industri Oleoresin (Pala): Berpusat di Fakfak, Papua Barat.
15. Industri Oleofood (Kelapa Sawit): Berlokasi di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Kaltim.
16. Industri Olahan Kelapa: Lokasi di Kawasan Industri Tenayan, Riau.
17. Industri Chlor Alkali Plant (Garam): Proyek lintas wilayah dari Aceh, Jawa Timur, hingga NTT.
18. Industri Fillet Tilapia & Carrageenan: Proyek strategis di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga NTT

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU