HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perubahan cuaca yang ekstrem, dari panas terik ke hujan deras atau sebaliknya, sering kali bukan hanya memengaruhi aktivitas harian, tetapi juga kondisi tubuh. Salah satu keluhan yang cukup banyak dialami adalah sakit kepala yang muncul tiba-tiba saat cuaca berubah.
Kondisi ini kerap disebut sebagai weather headache dan sering dianggap sepele, padahal bisa sangat mengganggu.
1. Tekanan Udara Bisa Memengaruhi Pembuluh Darah
Perubahan tekanan udara dapat memengaruhi keseimbangan tekanan di dalam kepala. Saat tekanan udara menurun, pembuluh darah bisa melebar dan memicu rasa nyeri.
Inilah sebabnya sakit kepala sering muncul menjelang hujan atau saat cuaca berubah drastis.
2. Sensitif terhadap Perubahan Suhu
Tidak semua orang merasakan dampak perubahan cuaca dengan cara yang sama. Sebagian orang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap perubahan suhu, terutama dari panas ke dingin.
Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi, dan proses penyesuaian inilah yang bisa memicu sakit kepala.
3. Kadar Kelembapan yang Tinggi
Cuaca lembap dapat memengaruhi kadar oksigen yang dihirup dan membuat tubuh terasa lebih cepat lelah. Kondisi ini bisa memperparah sakit kepala, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat migrain.
Kelembapan tinggi juga sering dikaitkan dengan rasa berat di kepala dan sulit berkonsentrasi.
4. Kurang Cairan saat Cuaca Panas
Saat cuaca panas, tubuh lebih cepat kehilangan cairan melalui keringat. Jika tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup, dehidrasi ringan dapat terjadi dan memicu sakit kepala.
Banyak orang tidak menyadari bahwa sakit kepala yang muncul sebenarnya disebabkan oleh kekurangan cairan.
5. Cara Sederhana Mengurangi Risiko
Menjaga asupan air, tidur cukup, dan menghindari paparan cuaca ekstrem secara langsung bisa membantu mengurangi risiko weather headache.
Jika sakit kepala sering muncul dan terasa berat, sebaiknya tidak ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis guna memastikan penyebabnya.

