Pelajar Jepara Ingin Jadi Pelopor Aksi Kekerasan di Lingkungan Sekolah

30 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan seorang anak berusia 14 tahun di Jepara, Jawa Tengah, yang diduga terpapar ideologi kekerasan ekstrem.

Anak tersebut terindikasi memiliki niat menjadi pelopor aksi kekerasan di lingkungan sekolah.

- Advertisement -

Hal ini seperti disampaikan oleh juru bicara Densus 88 AT Mabes Polri Kombes Pol Mayndra Eka mengatakan. Ia mengatakan bahwa kasus tersebut terungkap sejak Oktober 2025 dan ditangani melalui kerja sama Densus 88 dengan Polda Jawa Tengah.

“Yang bersangkutan memiliki niat menjadi pelopor kekerasan di sekolah dan berencana mengunggah aksinya ke komunitas daring yang diikutinya. Perkara ini dapat ditangani bersama Polda Jawa Tengah,” ujar Mayndra dalam konferensi pers di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2026).

- Advertisement -

Dalam pendalaman, Densus 88 menemukan rekaman video yang memperlihatkan anak tersebut melakukan simulasi penggunaan senjata api dan adegan penembakan di lingkungan sekolah. Video tersebut dibuat sebagai bagian dari perencanaan aksi kekerasan.

“Yang bersangkutan sempat melakukan simulasi sebagai gambaran ketika melakukan aksi. Hal ini menunjukkan adanya proses perencanaan,” jelasnya.

Anak tersebut diketahui ingin melakukan aksi kekerasan atas nama true crime community (TCC). Meski telah dilakukan intervensi, Densus 88 menilai paham kekerasan ekstrem masih melekat pada diri yang bersangkutan. Bahkan, anak tersebut pernah membawa senjata tajam ke sekolah.

Selain itu, yang bersangkutan terdeteksi memiliki koneksi dengan jaringan ekstrem internasional Berber Nationalist Third-positionist Group (BNTG) di Prancis. Kelompok tersebut merupakan gerakan nasionalisme etnis berbasis daring dengan ideologi Third Positionist.

Dalam pengembangan kasus, Densus 88 juga mendeteksi 27 grup media sosial yang diikuti anak di bawah umur dan aktif menyebarkan paham ekstremisme. Grup-grup tersebut antara lain TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, WAG Area TCC, Tanah Suci TCC, TCC Universe V2, TCC Community, TCC City Nueva Revolucion, tccland, FTCI Film True Crime Indonesia, Indonesia Headhunter, Meinchat, Group Kasih Sayang, Nuapf, Medenist Brigade, Legion Devision, FSP-NB, AZW Ragebait, Saranjana, Medenism Under Boris, Anarko Libertarian Maoist, Army of Legion, serta Have Sex With Your Gun.

Mayndra menjelaskan, mayoritas anak yang terpapar ekstremisme memiliki latar belakang persoalan personal dan sosial, seperti menjadi korban perundungan, berasal dari keluarga tidak harmonis, kurang perhatian orang tua, hingga terbiasa menyaksikan kekerasan di lingkungan sekitar.

“Di dalam komunitas tersebut, mereka merasa memiliki ruang untuk didengar dan diterima. Namun, interaksi yang terjadi justru memperkuat narasi dan pembenaran terhadap tindakan kekerasan,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
30 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis