Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang Berlangsung 8 Jam, Ini yang Dibahas

44 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung retret Kabinet Merah Putih yang berlangsung selama kurang lebih 8 (delapan) jam, sebagai ajang evaluasi kinerja sekaligus penajaman arah kebijakan pemerintah memasuki tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai pelaksanaan retret yang berlangsung di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026).

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Kurang lebih 8 jam retret yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden dalam rangka memberikan pembekalan kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Alhamdulillah telah selesai,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers, dikutip Holopis.com, Rabu (7/1/2026).

Dalam retret tersebut, sejumlah menteri menyampaikan paparan strategis terkait dengan sektor masing-masing. Salah satunya Menteri Sosial (Mensos) Saifulllah Yusuf alias Gus Ipul, yang melaporkan perkembangan program sekolah rakyat yang telah beroperasi di 166 lokasi.

- Advertisement -

Selain itu, lanjut Prasetyo, pemerintah tengah memproses pembangunan sekolah rakyat di 104 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia pada tahun 2026 ini.

Tak cuma Mensos, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga melaporkan capaian target lifting minyak nasional yang sesuai dengan target Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN) tahun anggaran 2025, yang sebesar 605 ribu barel per hari.

Pada tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan peningkatan lifting minyak melalui sejumlah strategi, termasuk eksplorasi dan penemuan 75 blok minyak baru yang direncanakan mulai dilelang dalam waktu dekat.

“Yang kita harapkan di bulan depan sudah bisa dilelang untuk mempercepat penambahan produksi minyak kita,” kata Prasetyo.

Dalam retret tersebut, Menteri ESDM juga melaporkan terkait perkembangan program listrik desa. Menurut Prasetyo, program ini menjadi salah satu perhatian utama Presiden Prabowo, mengingat ada sebanyak 5.700 desa di Indonesia belum teraliri listrik.

Meskipun pada tahun 2025 program tersebut sudah mulai terealisasikan di sebagian desa, Presiden meminta agar program tersebut diselesaikan secepat mungkin, sehingga seluruh desa di tanah air bisa merasakan manfaat listrik sepenuhnya.

“Bapak Presiden minta untuk bisa diselesaikan secepat-cepatnya. Dari 5.700, baru 2025 kemarin berhasil disambungkan atau dinyalakan listrik di kurang lebih 1.400 desa. Oleh karena itu, Bapak Presiden meminta percepatan supaya 5.700 desa di 2026 ini dapat semua sudah teraliri listrik,” tegas Prasetyo.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono turut memaparkan perkembangan situasi di Jalur Gaza, Palestina, termasuk rencana pengiriman pasukan perdamaian yang hingga kini masih terus dipantau oleh pemerintah Indonesia.

Paparan terakhir pun disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang melaporkan kondisi sosial dan keamanan masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025 relatif stabil. Kapolri juga menjelaskan penanganan berbagai kasus, termasuk ancaman terorisme, serta langkah antisipasi keamanan di tahun 2026.

Menutup retret, Presiden Prabowo memberikan sejumlah penekanan penting. Selain evaluasi capaian satu tahun pemerintahan, Presiden menghendaki percepatan berbagai program strategis pada 2026, termasuk hilirisasi industri.

Sebagaimana diketahui, akan ada sebanyak enam proyek hilirisasi yang telah diputuskan untuk dilakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada bulan Januari 2026. Namun Kepala Negara meminta agar proyek lainnya dapat dipercepat.

“Bapak Presiden juga minta sisanya bisa dikejar dan dipercepat prosesnya supaya di bulan Februari atau maksimal bulan Maret, 18 proyek tersebut sudah bisa dilaksanakan,” jelas Prasetyo.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo berpesan kepada seluruh jajarannya di pemerintahan, tentang pentingnya penguatan kerja sama lintas kementerian, serta meninggalkan ego sektoral dan kepentingan pribadi.

“Orientasi kita harus bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara, untuk kepentingan masyarakat,” kata Prasetyo menyampaikan arahan Presiden.

Prabowo turut mengingatkan seluruh jajaran kabinet agar bekerja cepat, cerdas, dan tidak terjebak pada pendekatan yang bersifat normatif semata.

“Kita harus bekerja cepat, kita harus bekerja smart, kita harus bekerja terkadang tidak boleh normatif, harus berpikir out of the box untuk mencari terobosan-terobosan,” pungkas Prasetyo.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
44 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis