MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

GMNI Ingatkan Indonesia Waspada Pasca Trump Tangkap Maduro

49 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua DPP GMNI Bidang Geopolitik, Andreas H Silalahi menyatakan kecaman kerasnya atas sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melakukan penyerangan ke Venezuela.

Tidak hanya menyerang, bahkan pemimpin negara paman sam tersebut pun menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores di Kota Caracas pada hari Sabtu, 3 Januari 2026.

- Advertisement -

Dalam operasi tersebut, Trump sampai menerjunkan pasukan elite mereka, yakni Delta Force untuk menjalankan misi tersebut, dan kemudian dua tawanan itu langsung digelandang oleh DEA (Drug Enforcement Administration) ke New York, demi menjalani proses hukum yang diterapkan oleh Pemerintah Amerika Serikat, terkait tudingan kasus narkotika dan terorisme.

“Agresi Militer AS ke Venezuela adalah wujud nyata imperialisme dan neo-kolonialisme yang dipertontonkan secara nyata kepada masyarakat Global. Tindakan militer AS sudah keluar dari batasan wajar, kategori ini sudah masuk ke ranah penjajahan,” kata Andreas dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Rabu (7/1/2026).

- Advertisement -

Ia menegaskan bahwa Trump jelas melewati batas, karena tidak boleh ada kepala negara melakukan penangkapan terhadap kepala negara lainnya yang memiliki kedaulatan hukum sendiri. Sementara pemerintah Amerika Serikat jelas-jelas telah melakukan kegiatan pelanggaran hukum internasional tersebut.

“Tidak ada satu pun Negara, sekuat apa pun Negara itu, yang berhak memperlakukan kepala negara lain sebagai subjek hukum domestiknya sendiri. AS harus sadar bahwa dunia yang luas ini bukan miliknya sendiri,” tegasnya.

Jika kasus yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat tersebut tidak mendapatkan kecaman dari dunia, termasuk Indonesia, bisa jadi apa yang dilakukan Trump akan berlaku ripitasi. Di mana pemerintah AS akan melakukan hal serupa kepada kepala negara lain atas tudingan sepihak dan dengan kewenangan di luar batas.

“Situasi yang menimpa Venezuela, Negara dengan kekayaan alam yang besar, berupa minyak, dapat dijadikan pelajaran penting bagi Indonesia, sebagai suatu negara yang memiliki keberlimpahan sumber daya alam. Sikap waspada dinilai penting menghadapi situasi konflik global,” tutur Andreas.

Ia berharap pemerintah Republik Indonesia melihat tingkah Amerika Serikat tersebut sebagai perhatian serius, karena bisa jadi sikap arogansi itu bisa saja dilancarkan ke Indonesia.

“Pemerintah harus segera mengevaluasi kebijakan strategis ke depan terkait kerja sama pengelolaan SDA, sikap arogan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, menjadi catatan bahwa Sumber Daya Alam tetap menjadi kekuatan besar geopolitik global, Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah harus benar-benar waspada dan bersiap secara matang,” tandasnya.

Terlebih kata Andreas, sikap Amerika Serikat kepada Venezuela pun sangat mungkin bisa memicu amarah sangat besar negara sekutu, yakni China. Terlebihi sebelum Maduro diculik oleh Delta Force, ada pertemuan penting antara Maduro dengan utusan khusus Presiden China Xi Jinping, Qiu Xiaoqi. Sehingga ketika Indonesia tidak mewaspadai, bisa jadi situasi pun tidak begitu menguntungkan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
49 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru