HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa sebanyak 3.719 relawan kesehatan dikerahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana alam di Provinsi Aceh.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin menyebut, relawan yang dikerahkan dibagi ke beberapa wilayah yang terdampak banjir guna mendukung pelayanan kesehatan melalui berbagai fasilitas pelayanan termasuk 309 puskesmas, 377 pos kesehatan yang menjangkau 1.008 pengungsian.
“Kami mengerahkan seluruh potensi tenaga kesehatan (nakes) yang ada dan terus memantau distribusi relawan agar bantuan dapat menjangkau setiap daerah sesuai kebutuhannya,” kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin dalam keterangan yang dikutip Holopis.com, Selasa (6/1/2025).
Agus mengungkapkan bahwa masa tugas relawan berlangsung selama 10 hingga 12 hari, sehingga penting untuk memastikan rotasi relawan berjalan lancar tanpa mengganggu konstitusi layanan di fasilitas kesehatan.
“Dengan rata-rata masa tugas relawan 10-12 hari, penugasan diatur agar setiap fasilitas tetap memiliki tenaga kesehatan setiap saat,” ujarnya.
Adapun menurut laporan kumulatif Sub Klaster Pelayanan Kesehatan, relawan tersebar di 18 kabupaten/kota serta tingkat provinsi. Konsentrasi relawan terbesar berada di Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 1.065 orang dan Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 923 orang.
Relawan yang diturunkan ke wilayah terdampak dimobilisasi dan dikoordinasikan melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) sesuai dengan prosedur penanganan bencana Kementerian Kesehatan. HOEC sendiri berperan berperan menganalisis kebutuhan tenaga kesehatan sekaligus mengatur lalu lintas, alokasi, dan pergerakan relawan agar pelayanan kesehatan berjalan efektif dan merata.

