Trump Ancam Delcy Rodriguez: Nasibnya Bisa Lebih Buruk dari Nicolas Maduro

35 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beri ultimatum kepada penjabat baru Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. Trum mengingatkan bakal ada konsekuensi besar yang ditanggung Rodriguez jika tak melakukan hal yang dianggap benar oleh Washington.

“Jika (Ibu Delcy Rodriguez) tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih besar daripada Maduro,” kata Trump kepada Majalah The Atlantic dalam wawancara via telepon yang dikutip dari Anadolu, Senin, (5/1/2026).

- Advertisement -Hosting Terbaik

Trump sebelumnya mengerahkan operasi militer AS dengan menyerang Venezuela dengan menangkap Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores. Ia berjanji akan memberlakukan kendali AS atas Venezuela untuk sementara Waktu. Kendali itu termasuk mengerahkan pasukan jika diperlukan.

Pun, setelah penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela sudah menginstruksikan Delcy Rodriguez untuk memangku jabatan sebagai Presiden sementara Venezuela

- Advertisement -

Dalih Trump menggulingkan rezim Maduro, karena sang Presiden melakukan pengiriman narkoba ke AS. Selain itu, Maduro dituding mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Maduro saat ini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York terkait dakwaan narkotika. Namun, poliitikus 63 tahun itu membantah semua tuduhan AS. Pejabat di Caracas pun menyerukan agar AS membebaskan Maduro.

Dari laporan itu, Trump menegaskan tak akan mentoleransi jika Rodriguez menolak terhadap intervensi bersenjata AS. Trump sudah mencontohkan aksi operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Maduro.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez naik jabatan setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap AS._HOLOPIS
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez naik jabatan setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap AS. (Foto: Pavel Golovkin/AP).

 

Peringatan keras Trump itu kontras dengan omongannya sehari sebelumnya. Pasalnya, beberapa jam setelah pasukan AS menyerang ibu kota Caracas, Trump justru memuji Rodriguez.

Dalam konferensi pers usai operasi, ia menyebut Rodriguez yang memimpin sementara Venuezuela diklaim kesediaan untuk bekerja sama dengan AS.

“Pada dasarnya dia bersedia melakukan apa yang kami anggap perlu untuk membuat Venezuela kembali hebat,” ujar Trump kepada wartawan.

Rodriguez pun membantah klaim Trump. Politikus perempuan 56 tahun itu menegaskan Venezuela siap mempertahankan sumber daya alamnya.

Dia menolak Venezuela jadi negara koloni AS. Rodriguez juga mendesak AS segera membebaskan Madudo dan istri.

“Kami tidak akan pernah lagi menjadi daerah koloni (wilayah yang diduduki),” kata Rodriguez.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
35 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis