HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mesir mencatatkan capaian baru di sektor pariwisata sepanjang 2025 dengan jumlah kunjungan wisatawan mendekati 19 juta orang. Angka tersebut melonjak sekitar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandai pemulihan dan pertumbuhan signifikan industri pariwisata negara itu.
“Peningkatan jumlah wisatawan ini didorong oleh membaiknya kondisi keamanan dan stabilitas, penerapan strategi pembangunan yang jelas, serta upaya diversifikasi produk pariwisata dan peningkatan kualitas layanan,” kata Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir Sherif Fathy, dikutip Holopis.com, Senin (5/1).
Fathy menjelaskan, aktivitas penerbangan menunjukkan sebaran destinasi wisata yang luas di Mesir. Bandara Kairo, Hurghada, Sharm El-Sheikh, dan Marsa Alam tercatat sebagai bandara tersibuk, dengan wisatawan datang dari 193 kota di berbagai belahan dunia.
Selain itu, lalu lintas penerbangan sewaan mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang 2025, meningkat sekitar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota New Alamein City menjadi salah satu destinasi dengan perkembangan paling pesat setelah mencatat lonjakan penerbangan sewaan hingga 450 persen.
Sektor pariwisata tetap menjadi salah satu sumber utama devisa Mesir, bersama remitansi, pendapatan Terusan Suez, dan ekspor. Industri ini terus menunjukkan pemulihan setelah pada 2024 mencatat pendapatan sebesar 15,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp255,8 triliun dari kunjungan 15,7 juta wisatawan.
Pemerintah Mesir menilai tren positif tersebut mencerminkan keberhasilan strategi jangka panjang dalam memperkuat daya saing pariwisata, sekaligus memperluas pilihan destinasi dan pengalaman bagi wisatawan internasional.

