HOLOPIS.COM, JAKARTA – Amerika Serikat beri sinyal bakal mengambil kendali langsung atas Venezuela usai operasi militer dengan menangkap Presiden Nicolás Maduro. Para pejabat AS mengatakan Washington juga tetap pertahankan pasukan berkekuatan 15 ribu orang di Karibia.
Pasukan itu disiapkan untuk melakukan intervensi militer baru jika Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez tak mau memenuhi tuntutan AS.
Meski Rodríguez masih pertahankan sikap menantang Donald Trump di depan umum, isi percakapan pribadinya dengan para pejabat AS tak jelas.
Setelah penculikan Maduro pada Sabtu (3/1), Trump menyampaikan AS bakal ‘mengelola’ negara Amerika Selatan berpenduduk 30 juta jiwa itu. Pun, pada Minggu, Trump juga sudah memperingatkan Rodríguez untuk menuruti keinginan AS.
“Jika dia tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro,” kata Trump kepada Atlantic dikutip dari The Guardian pada Senin, (5/1/2026).
Rodríguez, (56), pada Sabtu menyatakan kesetiaannya kepada Maduro dan mengutuk penangkapan yang dilakukan AS sebagai kekejaman. Namun, New York Times melaporkan bahwa para pejabat Trump beberapa pekan lalu telah mengidentifikasi Rodriguez sebagai calon pengganti Maduro.
Politikus perempuan itu juga disebut memiliki potensi sebagai mitra bisnis potensial. Hal itu karena berdasarkan hubungannya dengan Wall Street dan perusahaan minyak.
Dengan kondisi saat ini, Rodriguez dalam posisi terjepit dan sulit melawan Trump. AS juga sepertinya sudah menyiapkan skenario cantik untuk mengendalikan Venezuela.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio disebut sudah bicara dengan Rodríguez. Menurut Trump, AS akan memenuhi segala kebutuhan Rodriguez selaku pemimpin Venezuela.
“Saya pikir dia cukup ramah, tetapi dia sebenarnya tidak punya pilihan,” tutur Trump.
Dari dinamika sementara di Venezuela, tokoh-tokoh senior pemerintah dan militer dari Caracas menyerukan kembalinya Maduro. Tapi, mereka berjanji mendukung Rodríguez sebagai pemimpin sementara. Mereka juga mendorong agar keadaan kembali normal.
“Saya menyerukan kepada rakyat Venezuela untuk melanjutkan semua aktivitas mereka, baik ekonomi, pekerjaan, dan pendidikan, dalam beberapa hari mendatang,” kata Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lópezdalam pidato yang disiarkan televisi.

