HOLOPIS.COM, KUDUS – Sebuah video rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diduga merekam perbuatan asusila di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memicu kecaman publik di media sosial.
Video rekaman CCTV itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @ketutdewi_99 dan diklaim memperlihatkan dua orang yang diduga oknum pegawai rumah sakit sedang melakukan perbuatan tidak pantas di kamar jenazah.
Dalam narasi unggahan, salah satu terduga pelaku disebut berinisial A dan merupakan pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, yang bertugas di bagian pemulasaran jenazah.
“Dugaan tindakan mesum yang dilakukan oknum pegawai BLUD RSUD dr Loekmono Hadi Kudus merupakan tindakan tercela yang melanggar etika, moral, norma agama, dan nilai kemanusiaan,” demikian narasi yang tertulis dalam unggahan tersebut.
Unggahan itu juga menegaskan bahwa rumah sakit seharusnya menjadi ruang pelayanan dan kemanusiaan yang menjunjung tinggi etika, bukan tempat untuk perilaku menyimpang atau tindakan tidak bermoral.
@ketutdewi_99 STOP PERILAKU AMORAL DI LINGKUNGAN PELAYANAN PUBLIK DUGAAN AKSI TIDAK SENONOH OKNUM PEGAWAI BLUD RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS Dugaan tindakan mesum yang dilakukan oknum pegawai BLUD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, berinisial A, yang bertugas di bagian pemulasaran jenazah, merupakan tindakan tercela yang melanggar etika, moral, norma agama, dan nilai kemanusiaan. Rumah sakit adalah ruang suci kemanusiaan—tempat pelayanan, empati, dan penghormatan terakhir bagi jenazah. Bukan tempat untuk perilaku bejat dan penyalahgunaan jabatan. KUDUS ADALAH KOTA SANTRI Menjunjung tinggi akhlak, adab, dan kehormatan. Perilaku amoral oleh oknum aparatur publik telah: Mencederai martabat institusi pelayanan kesehatan Merusak kepercayaan masyarakat Menodai nama baik Kudus sebagai Kota Santri KAMI MENUNTUT: PENYELIDIKAN DAN PENEGAKAN HUKUM YANG TEGAS & TRANSPARAN SANKSI MAKSIMAL JIKA DUGAAN TERBUKTI EVALUASI TOTAL SISTEM PENGAWASAN RSUD PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN DAN KELUARGA BERSIHKAN INSTITUSI DARI OKNUM TIDAK BERMORAL ⚠️ TIDAK ADA TOLERANSI UNTUK PERILAKU MESUM DI RUANG PELAYANAN PUBLIK ⚠️ JAGA MARWAH RUMAH SAKIT JAGA KEHORMATAN KUDUS HUKUM HARUS DITEGAKKAN TANPA PANDANG BULU@pemkabkudus @rsuddr.loekmonohadi
Hingga Senin (5/1/2026), video tersebut terus beredar luas dan menuai reaksi keras dari warganet. Banyak pihak mendesak agar manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah bertindak tegas jika dugaan tersebut terbukti.
Menanggapi viralnya video CCTV tersebut, Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, dr Abdul Hakam, membenarkan pihaknya tengah melakukan penelusuran internal. Namun, ia belum bersedia memberikan keterangan lebih rinci sebelum proses investigasi selesai.
“Kita telusuri dulu,” kata dr Abdul Hakam saat dikonfirmasi wartawan, dikutip Holopis.com, Senin (5/1/2026).
Ia menegaskan, manajemen rumah sakit saat ini sedang menyiapkan langkah administratif sebagai bagian dari proses awal penanganan kasus tersebut. RSUD juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum menentukan sikap lanjutan.
“Kita proses buat berita acara dan lakukan konsultasi dengan inspektorat. Baru dilakukan asesmen,” pungkasnya.

