Amerika Ambil Alih Venezuela Sementara usai Penangkapan Presiden Nicolas Maduro

49 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Venezuela akan ditempatkan di bawah kendali sementara Amerika Serikat setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer mendadak. Maduro kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkotika.

“Kami akan menjalankan negara itu sampai tercapai transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Donald Trump, dikutip Holopis.com, Minggu (4/1).

- Advertisement -Hosting Terbaik

Trump menegaskan langkah tersebut diambil untuk mencegah kekosongan kekuasaan yang dinilai berpotensi merugikan rakyat Venezuela.

“Kami tidak bisa mengambil risiko jika Venezuela diambil alih oleh pihak lain yang tidak memikirkan kepentingan rakyat Venezuela,” ujarnya.

- Advertisement -

Trump menjelaskan bahwa dalam skema pengambilalihan sementara tersebut, perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat akan masuk ke Venezuela. Langkah itu disebut bertujuan memperbaiki infrastruktur minyak yang selama ini mengalami kerusakan parah.

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, meski para ahli menilai pemulihan sektor energi negara itu dapat memakan waktu bertahun-tahun.

Namun, fokus Trump pada sektor minyak menuai kritik. Sejumlah pihak mempertanyakan narasi pemerintah AS yang menyebut penangkapan Maduro sebagai operasi penegakan hukum, sementara pernyataan publik Trump justru menyoroti kepentingan ekonomi dan energi.

Operasi militer yang berlangsung semalam disebut berdampak luas. Trump menyatakan serangan tersebut menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Caracas dan mencakup serangan terhadap fasilitas militer. Dalam operasi itu, pasukan khusus AS menangkap Nicolas Maduro di atau di sekitar salah satu lokasi persembunyiannya.

Setelah ditangkap, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke sebuah kapal Angkatan Laut AS di lepas pantai sebelum diterbangkan ke Amerika Serikat pada Sabtu malam. Rekaman video menunjukkan sebuah pesawat mendarat di Stewart International Airport, sekitar 97 kilometer barat laut New York City, dengan sejumlah personel AS menaiki pesawat tersebut.

Seorang pejabat Departemen Kehakiman AS mengonfirmasi bahwa Maduro telah tiba di New York. Video lanjutan memperlihatkan konvoi besar dengan pengawalan ketat aparat kepolisian menuju Metropolitan Detention Center di Brooklyn.

Maduro sebelumnya telah didakwa dalam berbagai kasus di Amerika Serikat, termasuk tuduhan konspirasi narco-terorisme. Menurut pejabat Departemen Kehakiman, Maduro dijadwalkan menjalani sidang perdana di pengadilan federal Manhattan pada Senin. Sementara itu, Cilia Flores juga menghadapi dakwaan, termasuk konspirasi impor kokain.

Meski demikian, rencana Donald Trump untuk mengawasi Venezuela masih belum jelas. Pasukan AS tidak memiliki kendali langsung atas wilayah negara tersebut, sementara pemerintahan Maduro disebut masih beroperasi dan tidak menunjukkan niat bekerja sama dengan Washington. Trump juga belum menjelaskan siapa yang akan memimpin Venezuela setelah Amerika Serikat mengakhiri kendali sementaranya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
49 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis