HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mengklaim bahwa Presiden Prabowo telah menyetujui penyempurnaan Komando Operasi (Koops) di Papua.
Hal itu disampaikan Sjafrie saat pemberian anugerah Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) di Timika pada Jumat (2/1).
Penyempurnaan itu sendiri ditegaskan Sjafrie, akan mulai diimplementasikan bertahap mulai tahun 2026.
“Langkah ini bertujuan memperkuat kapasitas teritorial, tempur, dan manajerial guna menjamin stabilitas keamanan dan kedamaian jangka panjang di Tanah Papua,” tulis siaran pers Kementerian Pertahanan seperti dikutip Holopis.com, Minggu (4/1).
Sementara itu, Sjafrie kemudian juga memberikan motivasi langsung kepada 115 prajurit TNI yang menerima anugerah Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB)Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan gemilang dalam tiga operasi strategis di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat.
Para prajurit yang tergabung dalam Koops TNI Habema ini sukses melaksanakan Operasi di Lanny Jaya, Intan Jaya, dan Teluk Bintuni. Pasukan TNI berhasil menguasai markas kelompok bersenjata dan menetralisir ancaman tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan, sehingga masyarakat setempat kini terbebas dari intimidasi.
Dalam sambutannya, Menhan menekankan bahwa penghargaan ini adalah mandat moral untuk terus meningkatkan profesionalisme.
“Kenaikan pangkat luar biasa bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menghargai pengorbanan prajurit di medan tugas. Penghargaan ini harus diiringi dengan perhatian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya,” tegasnya.
Sebagai penutup agenda, Menteri Pertahanan Sjafrie secara resmi meresmikan Fasilitas Marshalling Area Jenderal Achmad Yani di Timika.

