HOLOPIS.COM, JAKARTA – Potensi banjir rob masih mengancam wilayah pesisir Jakarta Utara hingga 7 Januari 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir rob dengan beberapa langkah antisipatif.
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menjelaskan pihaknya melakukan langkah-langkah antisipatif menghadapi potensi banjir rob. Langkah antisipatif itu dengan meliputi pembangunan tanggul darurat, kesiapan pompa air, baik pompa stationer maupun pompa mobile, dan pintu air. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) SDA atau Pasukan Biru di wilayah pesisir utara Jakarta juga disiagakan.
Ika menuturkan seluruh sumber daya sudah disiagakan untuk meminimalkan dampak limpasan air laut ke daratan. “Dinas SDA menyiagakan pompa stationer, pompa mobile, pintu air, serta pasukan biru yang siap bergerak cepat di lapangan,” kata Ika, dalam keterangannya di laman Pemprov DKI dikutip pada Minggu, 4 Januari 2026.
Dari data SDA DKI, rumah pompa dan pintu air yang disiagakan mencakup Pintu Air Marina, Rumah Pompa Waduk Pluit, Pompa/Polder Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, dan Pompa Tanjungan.
Selain itu, SDA DKI juga melakukan pengoperasian infrastruktur pengendali rob. Kemudian, Dinas SDA juga membangun tanggul darurat sebagai langkah jangka pendek sambil menunggu penyelesaian tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Untuk pembangunan tanggul darurat yang dibangun berada di Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa,Jalan R.E. Martadinata area depan Jakarta International Stadium, dan Marunda Pulo.
Ika berharap Langkah antisipatif ini efektif untuk menahan limpasan air rob dari laut. “Sehingga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir tetap dapat berjalan dengan aman,” ujar Ika.
Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sudah mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap potensi rob hingga 7 Januari 2026. Dari informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok bahwa potensi rob karena bertepatan dengan fase bulan purnama dan perigee (supermoon).
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan kombinasi fenomena itu berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut secara signifikan. “Puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, sehingga masyarakat di wilayah pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Iswana.
Pun, merujuk peringatan dini BMKG, ada tujuh wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, yakni Tanjungan, terutama sekitar Rumah Pompa Tanjungan dan area tambak. Lalu, Muara Angke yang meliputi kawasan permukiman pelabuhan RT 11/RW 11, RT 01/RW 22, RT 02/RW 22, serta area Pluit Raya dan Pluit Utara.
Selanjutnya, Muara Baru khususnya kawasan pelabuhan dan industri. Marunda ada di sekitar Museum Si Pitung dan RW 07, Kemudian, Pasar Ikan (Sunda Kelapa), di sekitar kawasan pelabuhan.
Sementara, Tanjung Priok dan Kalibaru, terutama di sekitar Jalan Sulawesi serta Jalan Industri. Untuk Ancol berada di sekitar Perempatan Gunung Sahari Marina dan kawasan depan Jakarta International Stadium (JIS).

