Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sambut Baik Survei Kepercayaan Publik pada Polri

50 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla menilai rilis akhir tahun Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai bagian dari ikhtiar institusi untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada masyarakat secara terbuka dan bertanggung jawab.

“Rilis akhir tahun Polri patut dipahami sebagai ruang refleksi bersama, baik bagi Polri maupun masyarakat, untuk terus meneguhkan komitmen menghadirkan institusi kepolisian yang mengabdi pada kepentingan publik,” ujar Dzulfikar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (1/1/2026).

- Advertisement -

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan rilis akhir tahun Polri 2025 di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

Selain laporan capaian kinerja selama 2025, Kapolri menyampaikan doa dan empati kepada para korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

- Advertisement -

Dzulfikar menanggapi paparan Kapolri terkait hasil survei nasional dan internasional yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri secara proporsional.

Menurut dia, capaian tersebut merupakan amanah moral yang harus dijaga dengan kerja yang konsisten dan berkelanjutan.

“Kepercayaan publik adalah titipan yang lahir dari harapan. Karena itu, ia perlu dirawat melalui profesionalisme, integritas, serta keberpihakan yang jelas pada nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pemuda Muhammadiyah berharap, transformasi kepolisian yang telah berjalan dapat terus diperkuat secara substantif, tidak semata prosedural.

Dzulfikar menekankan pentingnya pelayanan publik yang humanis, penegakan hukum yang adil, serta keterbukaan terhadap kritik sebagai bagian dari etika demokrasi.

“Kami melihat sejumlah langkah transformasi telah dilakukan di bawah kepemimpinan Pak Listyo. Ikhtiar ini penting untuk terus dilanjutkan secara konsisten agar Polri semakin kokoh sebagai institusi yang dipercaya dan dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Polri. Hal ini ditunjukkan melalui survei kepercayaan publik terhadap Polri yang terus mengalami tren positif dan memperoleh pengakuan dari lembaga survei, baik internasional maupun nasional,” ujar Sigit.

Kapolri menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Polri yang didukung partisipasi aktif masyarakat. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat profesionalisme dan integritas institusi.

Menurut Sigit, tingginya kepercayaan publik merupakan modal strategis agar Polri terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia juga menyoroti kondisi keamanan nasional yang dinilai cukup kondusif, di mana masyarakat merasa aman beraktivitas di berbagai situasi, termasuk pada malam hari.

“Ada hasil survei dari The Global Safety Report tahun 2025, Indonesia memperoleh skor 89 pada Law and Order Index, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-19 dari 144 negara. Indeks ini mengukur tingkat rasa aman masyarakat serta kepercayaan terhadap penegak hukum,” jelasnya.

Selain itu, pada indikator safe to walk alone at night, sebanyak 83 persen responden di Indonesia menyatakan merasa aman berjalan sendirian pada malam hari. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-25 dari 144 negara yang disurvei.

Lebih lanjut, Sigit membeberkan hasil survei yang dirilis Litbang Kompas pada November 2025. Dalam survei tersebut, Polri menempati posisi tiga besar lembaga negara yang paling dipercaya oleh masyarakat.

“Bahkan dalam kategori lembaga penegak hukum, Polri menempati peringkat pertama sebagai lembaga yang paling dipercaya, dengan tingkat kepercayaan mencapai 78,2 persen. Capaian ini menjadi dukungan, motivasi, dan semangat bagi institusi serta seluruh personel untuk terus bekerja secara profesional dan akuntabel,” papar Sigit.

Ia menambahkan, tingginya kepercayaan publik tersebut sejalan dengan persepsi rasa aman masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Mayoritas responden mengaku merasa aman, sementara hanya sebagian kecil yang menyatakan sebaliknya.

“Sebanyak 84,1 persen responden percaya Polri mampu melindungi masyarakat di wilayahnya. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam menekan kriminalitas, menciptakan rasa aman, dan menjaga stabilitas sosial. Mayoritas masyarakat juga tidak merasa takut terhadap kehadiran aparat kepolisian, melainkan merasa lebih terlindungi,” pungkas Sigit.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
50 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru