HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cuaca mendung menyelimuti wilayah Bekasi dan sekitarnya menjelang malam pergantian tahun, Selasa (31/12). Langit abu-abu terlihat sejak sore hari, menandakan potensi hujan saat perayaan Tahun Baru berlangsung.
“Kami mengabarkan kepada masyarakat Jakarta bahwa tahun ini, tahun baru kita tidak kita meriahkan dengan kembang api. Tapi tidak mengurangi rasa bahagia juga, kita adakan drone. Drone cukup banyak, cukup besar, dengan transisi,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, dikutip Holopis
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang jalur Kelapa Gading menuju Bekasi, tidak terlihat pedagang kembang api yang biasanya mulai bermunculan sejak beberapa hari sebelum malam Tahun Baru.
Jalanan relatif lengang dari lapak-lapak musiman yang identik dengan perayaan pergantian tahun.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam Tahun Baru. Perayaan pergantian tahun di ibu kota akan diisi dengan kegiatan doa bersama lintas agama, sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Selain doa bersama, Pemprov DKI juga menyiapkan pertunjukan drone sebagai pengganti kembang api. Atraksi visual tersebut dirancang tetap menghadirkan suasana perayaan tanpa mengesampingkan rasa solidaritas terhadap masyarakat yang tengah terdampak musibah.


