HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bukan sebuah hal yang sulit bagi Bu Osih untuk bangun setiap pagi dan berkegiatan sehari-hari di wilayah rumahnya yang berlokasi di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Bagaimana tidak? Bu Osih yang memiliki hobi memasak bisa bangun setiap pagi untuk melakukan hobi yang tidak hanya membuatnya senang, namun juga menghasilkan rezeki.
Jika masyarakat Jabodetabek setiap pagi harus melewati kemacetan dan menjalani pekerjaan ‘9 to 5’ yang membuat hati banyak orang mumet, Bu Osih justru melakukan pekerjaannya dengan hati yang sangat senang. Saat berbincang dengan reporter Holopis.com, Bu Osih mengatakan ia benar-benar menjalankan pekerjaannya dengan penuh passion ketika berkegiatan di Kedai Abuya Tambun yang ia miliki.
“Ini benar-benar hobi saya. Saya suka masak, memang dari dulu itu hobi saya bahkan ketika masih bekerja di asuransi,” kata Bu Osih kepada reporter Holopis.com (17/12).
Ternyata, meskipun sudah memiliki pekerjaan di bidang asuransi, Bu Osih tetap tak menampik rasa sukanya terhadap memasak. Kemudian, suatu saat ketika sedang menghabiskan waktu di kediamannya yang lain di Condet, ide untuk membuka restoran makanan milik sendiri langsung terbersit di benaknya.
“Saya lagi sama suami kebetulan ada rumah di daerah Condet, dan lagi nongkrong juga dengan suami dan teman-teman lain di daerah itu. Nah, di seberang ada tempat kosong,” kata Bu Osih.
Sembari mengingat momen-momen ide itu muncul, Bu Osih menceritakan bahwa ia berbicara di dalam hati dengan Tuhan, membayangkan alangkah enaknya jika memiliki usaha di seberang tempat berkumpul suami dan teman-temannya.
“Saya bicara aja gitu di benak saya, enak kali ya punya usaha di seberang ini. Tempatnya juga enak, dekat,” kata Bu Osih dengan mata yang tampak masih berbinar.
Tak sekadar kedai biasa, Kedai Abuya milik Bu Osih memiliki spesialisasi nasi ayam kebuli. Melihat tren kesukaan masyarakat saat ini, Bu Osih mengakui bahwa menu tersebut memang sedang viral. Namun, hal itu bukan menjadi alasan utama dirinya memilih nasi ayam kebuli.
Ternyata, istri dari seorang developer ini memang sudah memiliki hobi tersembunyi, yakni memburu nasi kebuli ayam di sekitar daerah rumahnya. Mencicipi berbagai bumbu dan rasa nasi kebuli, lalu dikolaborasikan dengan kemampuannya memasak, menjadi resep utama Bu Osih dalam membangun kedainya.
“Saya memang suka hunting nasi kebuli di sekitar rumah saya. Nah, terus karena saya juga suka masak, saya bisa sesuaikan dengan yang disukai orang banyak. Misalnya cengkeh sama kayu manisnya, di resep saya tidak terlalu tajam jadi lebih digemari orang,” tutur Bu Osih.
Adapun nasi kebuli yang paling disukai banyak orang adalah menu ‘Nasi Kebuli Nusantara’ yang menjadi favorit di kedainya. Tak hanya itu, Kedai Abuya juga mengakomodasi berbagai permintaan pelanggan sesuai kebutuhan.
Misalnya, ada pelanggan yang menginginkan ayam kebuli dengan nasi putih. Bahkan, Bu Osih mengatakan ada pula pelanggan yang ingin menikmati nasi kebuli dengan sambal kentang. Dengan gerakan tangan yang menunjukkan keahliannya dalam meracik bumbu, Bu Osih menjelaskan bahwa rasa ayam kebuli memang berbeda dibandingkan ayam olahan lainnya.
Karena itulah ayam kebuli kerap dipesan dengan berbagai variasi menu, termasuk dipadukan dengan makanan sederhana khas Indonesia, yakni nasi putih.
“Kedai saya bisa menyesuaikan selera pelanggan. Misalnya ada juga, mbak, yang ingin makan ayam kebuli dan nasi putih, tapi pakai kentang sambal. Itu kan soalnya beda rasa ayam bumbu kebuli itu,” kata Bu Osih.
Bu Osih juga memegang teguh komitmennya dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan. Selain menu yang fleksibel, ia juga memberikan pelayanan maksimal, seperti layanan antar dan catering.
“Saya juga bisa antar, dan sesuai keinginan mau pakai box atau permintaan lain. Pernah juga ada yang minta pakai tempat nasi saja, tepi besar, untuk dua gentong, mbak. Biasanya untuk acara-acara,” jelasnya sambil memperagakan ukuran gentong nasi yang sangat besar.
Sebagai peracik bumbu andal sekaligus pengusaha, Bu Osih pun memiliki rencana ke depan setelah Kedai Abuya miliknya dikenal luas di wilayahnya. Seperti mimpi banyak pengusaha, Bu Osih juga berambisi membuka cabang Kedai Abuya di berbagai daerah.
“Saya sudah tanya-tanya juga di beberapa tempat, sudah ada rencana untuk buka cabang lagi,” tutup Bu Osih.

