Roti’O Minta Maaf Usai Viral Tolak Nenek Bayar Pakai Uang Cash

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Manajemen Roti’O akhirnya menyampaikan permohonan maaf terkait kejadian penolakan pembayaran menggunakan uang cash (tunai) oleh seorang nenek di salah satu gerainya. Kejadian tersebut viral di media sosial usai diunggah oleh akun Tik Tok @arlius_zebua pada Jumat 19 Desember 2025.

Melalui akun Instagram resmi @rotio.indonesia, pihak manajemen Roti’O menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan atas kejadian tersebut dan ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.

- Advertisement -

“Kami mohon maaf atas kejadian yang beredar dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis manajemen Roti’O, dikutip Holopis.com pada Senin (22/12/2025).

Manajemen Roti’O menjelaskan, penggunaan aplikasi Qris serta transaksi non tunai lainnnya bertujuan untuk memberikan kemudahan layanan termasuk akses promo serta diskon harga.

- Advertisement -

“Penggunaan aplikasi dan transaksi non-tunai di outlet kami bertujuan untuk memberikan kemudahan serta memberikan berbagai promo dan potongan harga bagi pelanggan setia kami,” jelas manajemen Roti’O.

Lebih lanjut, pihak Roti’O juga mengaku telah melakukan evaluasi internal menyusul viralnya peristiwa tersebut. Evaluasi ini dijelaskan pihak Roti’O agar pelayanan kepada pelanggan kedepannya dapat berjalan lebih baik.

“Saat ini kami sudah melakukan evaluasi internal agar kedepannya tim kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” lanjutnya.

Sebelumnya beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang pria bernama Arlius Zebua memprotes kepada kasir gerai Roti’O di Halte Transjakarta Monas usai diketahui menolak pembayaran tunai dari seorang nenek yang ingin membeli roti.

Setelah diprotes, pihak kasir menyebut bahwa pembayaran hanya dapat dilakukan secara non-tunai atau melalui QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard).

Arlius menilai kebijakan pembayaran non tunai oleh pihak Roti’O secara eksklusif tanpa mempertimbangkan kondisi masyarakat tertentu, terutama kalangan lansia (lanjut usia) yang tidak memiliki akses ke sistem pembayaran digital.

Dia bahkan secara terbuka melalui caption unggahannya menyampaikan somasi terbuka kepada Direktur PT Sebastian Citra Indonesia selaku pengelola yang dianggap bertanggung jawab secara hukum atas penjualan dan transaksi pembelian Roti’O di halte tersebut.

@arlius_zebua

#rotioindonesia SOMASI TERBUKA. Kepada Yth, Direktur PT. Sebastian Citra Indonesia. Di_ Jakarta. Bahwa melalui somasi terbuka ini saya sampaikan keberatan kepada Direktur PT. Sebastian Citra Indonesia selaku Pengelola dan yang bertanggung jawab secara hukum atas penjualan dan transaksi pembelian Roti O kepada Masyarakat, khususnya di Halte Busway Monas. Saya secara pribadi menyampaikan keberatan dan merasa dirugikan atas pemberlakuan SOP transaksi pembelian Roti O yang tidak menerima uang tunai (cash) dan harus menggunakan QRIS, dan perlu saya sampaikan bahwa apabila somasi terbuka ini tidak ditanggapi maka saya akan pikir-pikir mau makan Roti O lagi atau tidak…😂😂😂😂

♬ suara asli – Arlius Zebua – Arlius Zebua

“Bahwa melalui somasi terbuka ini saya sampaikan keberatan kepada Direktur PT. Sebastian Citra Indonesia selaku Pengelola dan yang bertanggung jawab secara hukum atas penjualan dan transaksi pembelian Roti O kepada masyarakat, khususnya di Halte Busway Monas,” tulis Arilius dalam unggahannya.

 

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
2 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru