HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Tingkat pelunasan biaya haji jemaah Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga kini baru mencapai 71 persen dari total kuota 9.110 jemaah.
Pasalnya, waktu pelunasan tahap pertama hanya menyisakan sekitar empat hari. Kondisi ini membuat pemerintah daerah berpacu dengan waktu agar kuota haji tahun ini tidak tersisa.
Ketua Tim Bina Haji Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Asa Afiif, mengatakan capaian pelunasan Sulsel saat ini memang belum maksimal, meski secara nasional Sulsel masuk tiga besar provinsi dengan jumlah pelunasan tertinggi.
“Untuk Sulsel hari ini pelunasan sudah di angka 71 persen. Ini menjadi catatan bagi kami untuk terus mengoptimalkan fungsi jajaran kabupaten dan kota agar lebih aktif mengajak jemaah melakukan pelunasan,” kata Asa saat ditemui di Asrama Haji Sudiang, Kamis (18/12).
Ia menjelaskan, masih terdapat jemaah yang sebenarnya telah memenuhi syarat kesehatan atau istithaah, namun belum melakukan pelunasan.
Padahal, berdasarkan catatan Kementerian Haji, jumlah jemaah yang sudah istithaah di Sulsel telah melampaui 75 persen.
“Artinya masih ada potensi jemaah yang belum melunasi, padahal sudah layak berangkat secara kesehatan. Ini yang terus kami dorong agar segera diselesaikan,” ujarnya.
Dari total kuota 9.110 jemaah, Asa menyebut waktu pelunasan tahap pertama kini semakin sempit. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis target pelunasan bisa tercapai sebelum batas waktu berakhir.
“Kita masih punya waktu sekitar empat hari lagi. Kami optimis dalam sisa waktu ini pelunasan tahap awal bisa dimaksimalkan,” kata Asa.
Diketahui, pelunasan biaya haji sendiri dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama diperuntukkan bagi jemaah yang masuk kuota reguler tahun berjalan.
Sementara tahap kedua akan digunakan untuk mengisi sisa kuota, jika masih tersedia, dari jemaah penggabungan mahram, pendamping jemaah disabilitas, pendamping SIA, hingga jemaah cadangan.
Asa menegaskan, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terus diperkuat agar jemaah yang belum melunasi bisa segera dihubungi dan diberikan pendampingan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh kuota Sulawesi Selatan dapat terserap.
“Kami tetap optimis Sulawesi Selatan bisa memenuhi kuota yang diberikan pemerintah pusat secara penuh,” ucapnya.

