Ekosistem Digital Akademi UMKM Dorong Transformasi UMKM Berkelanjutan

52 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Transformasi digital masih menjadi tantangan nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Bukan karena kurangnya kualitas produk, melainkan akibat rendahnya literasi bisnis, kesenjangan teknologi, serta keterbatasan akses pasar.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Kondisi inilah yang melatarbelakangi peluncuran ekosistem digital terintegrasi oleh Akademi UMKM di Bandung Creative Hub, 4 Desember 2025 lalu.

Meski telah digelar beberapa waktu lalu, peluncuran tersebut dinilai relevan untuk terus dibahas karena membawa pendekatan berbeda dalam mendorong UMKM naik kelas.

- Advertisement -

Akademi UMKM tidak menempatkan digitalisasi sebagai konsep abstrak, melainkan sebagai proses yang dibangun secara bertahap, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.

Pendiri Akademi UMKM, Amir Faisal Karimullah, menekankan bahwa transformasi bisnis seharusnya dimulai dari penguatan fondasi, bukan dari teknologi yang rumit.

“Melalui pendekatan yang praktis dan aplikatif, kami ingin membantu UMKM melangkah dengan lebih percaya diri,” ujar Amir dalam keterangan pers yang diterima oleh Holopis.com, Jumat (19/12).

Ia menilai banyak UMKM memiliki potensi besar untuk tumbuh lebih cepat, namun tertahan oleh minimnya pemahaman bisnis dan rasa tidak percaya diri dalam menghadapi ekosistem digital.

Pendampingan dan Kolaborasi Jadi Kunci

Akademi UMKM
Peserta acara peluncuran ekosistem digital terintegrasi oleh Akademi UMKM di Bandung Creative Hub, 4 Desember 2025. [Foto: Istimewa]
Co-founder dan CBDO Akademi UMKM, Arby Pratama, melihat bahwa tantangan UMKM tidak bisa diselesaikan melalui edukasi semata.

Menurutnya, UMKM membutuhkan pendampingan berkelanjutan, jejaring yang relevan, serta akses langsung ke peluang pasar.

Atas dasar itu, Akademi UMKM membangun pilar kolaborasi yang menghubungkan pelaku usaha dengan komunitas, mentor, hingga mitra strategis, termasuk startup.

Dari sisi pemasaran, Co-Founder & CMO Akademi UMKM, Arba’in Prasetyo, menyoroti masih kuatnya anggapan bahwa digital marketing membutuhkan biaya besar.

Ia menegaskan bahwa masalah utama UMKM justru terletak pada kebingungan menentukan langkah awal.

Akademi UMKM kemudian merancang strategi pemasaran digital, branding, dan storytelling yang disederhanakan agar mudah dipahami dan langsung diterapkan.

Secara keseluruhan, ekosistem Akademi UMKM mencakup edukasi praktis berbasis kebutuhan nyata, penyediaan produk digital pendukung bisnis seperti website dan sistem manajemen penjualan, penguatan manajemen usaha, hingga pengembangan jejaring dan akses pasar.

Inisiatif ini juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam percepatan digitalisasi UMKM, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi digital nasional yang berkelanjutan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
52 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis