Sampah Jakarta Disulap Jadi Energi, Indocement Serap RDF Rorotan


Oleh : Aisha Balqis Salsabila

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memasuki fase baru dalam pengelolaan sampah dengan mulai berfungsinya RDF Plant Rorotan.

Fasilitas pengolahan sampah terbesar di Indonesia ini mengubah sampah perkotaan menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang siap dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif bagi industri, khususnya sektor semen.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan kehadiran RDF Plant Rorotan menjadi bukti bahwa sampah kota tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan dapat diolah menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang bernilai ekonomi.

“Ini menjadi momentum penting bagi Jakarta. RDF Plant Rorotan menunjukkan bahwa sampah perkotaan dapat diolah menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat,” ujar Asep, sebagaimana yang dikutip Holopis.com dalam keterangan pers.

Sebagai bagian dari implementasi pemanfaatan RDF, Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk telah menandatangani Perjanjian Jual Beli (PJB) produk RDF.

Kerja sama ini menandai dimulainya pemanfaatan RDF hasil pengolahan sampah dalam kota Jakarta oleh sektor industri secara berkelanjutan. Dalam perjanjian tersebut, Indocement akan membeli RDF dengan skema harga berbasis kualitas, berkisar antara USD 24 hingga USD 44 per ton, dengan masa kontrak lima tahun dan opsi perpanjangan sesuai kesepakatan.

Asep menyebut kehadiran offtaker memberikan kepastian serapan RDF oleh industri. Hal ini dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis energi.

“Dengan adanya pembeli tetap, RDF yang diproduksi dapat terserap secara konsisten dan berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa RDF Plant Rorotan telah melalui berbagai tahapan uji coba dan penyempurnaan yang dilakukan secara bertahap. Proses tersebut didampingi oleh tenaga ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memastikan aspek teknis, lingkungan, dan keselamatan telah memenuhi standar.

“Kami memastikan seluruh tahapan diuji dan dievaluasi secara menyeluruh sebelum operasional penuh,” ujarnya.

Tampilan Utama