Mengenal Smegma, Bahaya dan Cara Pencegahannya

32 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Smegma merupakan zat putih kental yang bisa muncul di area genital pria maupun wanita. Meskipun terbentuk secara alami oleh tubuh, jika dibiarkan menumpuk, smegma dapat menimbulkan masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.

Dikutip Holopis.com dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI, Smegma terbentuk dari campuran minyak alami kulit, sel kulit mati, dan keringat yang diproduksi oleh kelenjar di sekitar alat kelamin. Zat ini berfungsi membantu pelumasan di area genital, sehingga kulit di sekitar alat kelamin tidak mudah kering atau gatal. Warnanya putih, teksturnya kental, dan biasanya memiliki bau yang tidak sedap.

- Advertisement -

Pada pria, smegma sering ditemukan di bawah kulup penis, terutama pada mereka yang tidak disunat. Sedangkan pada wanita, smegma bisa muncul di lipatan labia atau di sekitar klitoris.

Mengapa Smegma Perlu Diwaspadai?

Smegma pada dasarnya normal ketika muncul di area kelamin baik pada pria maupun wanita. Namun, ketika menumpuk dan tidak dibersihkan secara teratur, zat ini bisa menjadi media berkembang biaknya bakteri. Akibatnya, muncul risiko beberapa kondisi berikut:

- Advertisement -
  • Balanitis, yakni peradangan dan pembengkakan pada kepala penis.
  • Fimosis, kondisi ketika kulup yang melekat pada kepala penis hingga tidak dapat ditarik.
  • Iritasi atau nyeri pada area genital (termasuk adhesi klitoris pada wanita).
  • Bau tidak sedap akibat penumpukan bakteri.

Kondisi-kondisi tersebut bisa membuat tidak nyaman dan berpotensi meningkatkan risiko infeksi jika tidak ditangani dengan baik.

Cara Membersihkan dan Mencegah Penumpukan Smegma

Membersihkan alat kelamin secara teratur adalah cara paling efektif untuk mencegah penumpukan smegma. Berikut panduan membersihkannya dengan benar:

  1. Mandi dengan air hangat dan sabun lembut tanpa pewangi setiap hari. Sabun yang terlalu beraroma bisa mengiritasi kulit sensitif di area genital.
  2. Untuk pria yang disunat, bersihkan semua area di sekitar kepala penis secara lembut, terutama area antara kepala penis dan batang.
  3. Untuk pria yang tidak disunat, tarik kulup dengan lembut dan bersihkan bagian bawahnya. Jika smegma sudah mengeras, oleskan sedikit minyak agar melunak sebelum dibersihkan.
  4. Setelah dibersihkan, keringkan area genital dengan handuk bersih untuk mencegah kelembaban berlebih yang bisa memicu bakteri.
  5. Pilih pakaian dalam berbahan katun agar daerah genital tetap kering dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
  6. Hindari penggunaan bedak di area genital, karena dapat menyebabkan iritasi.

Tidak hanya orang dewasa, smegma juga dapat muncul pada bayi dan anak laki-laki. Untuk membersihkannya, cukup gunakan air hangat setiap hari tanpa berusaha menarik kulup mereka. Kulup pada anak masih melekat secara alami, dan menariknya secara paksa bisa menyebabkan rasa sakit atau cedera.

Demikian bahaya yang perlu diwaspadai dari smegma dan cara membersihkannya. Jika muncul tanda-tanda yang tidak biasa seperti bengkak, gatal, nyeri, atau perubahan pada alat kelamin, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
32 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru