Strategi ‘Kerja Cepat’ Ekraf Jadikan IP Lokal Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

37 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) meluncurkan strategi high-impact bertajuk IDE.IND 2025. Bukan sekadar pameran, acara puncak yang digelar di Sarinah, Jakarta, pada 12-14 Desember ini berfungsi sebagai laboratorium pasar (market lab) dan pintu gerbang kritis bagi jenama lokal daerah untuk menguji daya saing dan kesiapan investasi sebelum memasuki pasar nasional secara penuh.

Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah pergeseran paradigma, mengubah craft (kriya/seni) menjadi aset Intellectual Property (IP) yang siap dimonetisasi. IDE.IND, menurutnya, adalah komitmen nyata menjadikan ekraf sebagai “the new engine of growth” yang didorong oleh capital kreatif regional.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Indonesia begitu kaya, namun kekayaan ini harus diterjemahkan menjadi nilai ekonomi. Inilah komitmen Kementerian Ekraf yang menjadi roda penggerak ekonomi daerah dengan memberi peluang produk-produk lokal untuk showcase dan siap dipasarkan. Ini adalah tahap finalisasi kurasi sebelum mereka menghadapi pasar yang lebih besar,” ujar Wamen Irene, menekankan fokus pada komersialisasi.

IDE.IND 2025 dirancang sebagai platform akselerasi dan pendampingan yang memuncak pada momen deployment produk di Jakarta, lokasi dengan daya beli tertinggi. Setelah melalui proses inkubasi di Bandung, sembilan subsektor (Seni Rupa, Seni Pertunjukan, Kuliner, Kriya, Fesyen, Arsitektur, Desain Interior, Desain Produk, dan Desain Komunikasi Visual) kini dihadapkan pada konsumen ibu kota.

- Advertisement -

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menyebut IDE.IND sebagai proses validasi branding. “Ini bukan sekadar meningkatkan kesadaran, tetapi mengukur respons pasar. IDE.IND adalah bentuk presentasi bahwa produk-produk hasil akselerasi dan inkubasi ini memiliki daya saing, atau kompetitif, di pasar nasional,” jelas Deputi Yuke.

Ia menambahkan, tujuan jangka panjangnya adalah membesarkan aset IP yang dibangun para pegiat. “Teruslah bangga buatan Indonesia dan beli produk kreatif lokal,” serunya, menggarisbawahi pentingnya dukungan konsumen sebagai early investor.

Menguatkan narasi penggabungan seni dan bisnis, pembukaan IDE.IND 2025 dilakukan melalui kolaborasi seni pertunjukan. Prosesi pembukaan yang melibatkan tamu VIP menggoreskan cat di kanvas yang kemudian dilanjutkan oleh seniman, menyimbolkan bahwa input dan dukungan pasar adalah awal dari penciptaan nilai yang berkelanjutan.

Pameran ini tidak hanya diisi oleh jenama komersial (Magfood, Cokelatin, Mustofa Ibuemi, Moonbitz) tetapi juga talenta seni (Sanggar Semarak Candrakirana Art Center, Seniman Garis Kabe Muslim), menunjukkan bahwa aset budaya dan produk siap jual berada dalam satu ekosistem. Rangkaian talkshow bisnis dan product presentation juga disiapkan untuk memfasilitasi potensi kolaborasi dan penanaman modal.

Wamen Ekraf menyimpulkan bahwa IDE.IND adalah bagian krusial dari “continuous journey” untuk meluaskan jangkauan produk lokal dari local champion menjadi ekspor potensial yang siap menantang pasar dunia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
37 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis