HOLOPIS.COM, JAKARTA – Insiden penembakan brutal yang terjadi Universitas Brown di Providence, Rhode Island, Amerika Serikat menewaskan 2 mahasiswa. Selain itu, jumlah korban luka bertambah menjadi 9.
Polisi saat ini masih memburu pelaku penembakan yang berjam-jam buron. Pun, polisi juga sudah menyebar dan melakukan penggeledahan ke area seluruh kampus untuk memburu pelaku.
Namun, pencarian terhadap pelaku yang sudah berjam-jam hingga larut malam setelah penembakan pertama kali dilaporkan pada siang hari belum berbuah hasil.
Pihak kepolisian memastikan dua orang tewas dalam tragedi berdarah itu adalan mahasiswa. Polisi juga sudah merilis rekaman aksi tersangka.
Wakil kepala polisi Providence, Timothy O’Hara, membeberkan tersangka adalah seorang pria berpakaian hitam. Tersangka diyakini sudah keluar dari gedung kampus Barus dan Holley tempat penembakan terjadi di Hope Street.
O’Hara menuturkan pihak berwenang menggunakan setiap sumber daya yang mungkin untuk menemukan tersangka ini.
Polisi setempat merilis rekaman terduga pelaku seorang pria pada Sabtu malam. Dari keterangan sejumlah saksi pria tersebut mungkin berusia 30-an dengan mengenakan masker kamuflase.
Wali Kota Providence, Brett Smiley, pada Sabtu malam mengkonfirmasi bahwa sembilan orang terluka dalam penembakan maut itu. Lalu, dua orang tewas.
“Salah satu detail baru yang dengan menyesal harus saya sampaikan adalah adanya satu korban tambahan hari ini. Jadi, sekarang ada sembilan orang yang terluka,” kata Smiley dalam konferensi pers dikutip dari laporan The Guardian, Minggu, (14/12/2025).
Dia mengatakan korban yang baru diidentifikasi itu tak menderita luka tembak. Tapi, korban dapat serpihan dari penembakan yang terjadi di dekatnya. “Cedera korban tidak mengancam jiwa,” kata Smiley.
Pun, dari sejumlah pejabat juga mengkonfirmasi bahwa semua korban dari insiden ini adalah mahasiswa. Kecuali korban terakhir yang baru diidentifikasi.
Sebelumnya, pihak berwenang awalnya melaporkan ada dua orang tewas dan delapan luka-luka imbas penembakan di Universitas Brown. Hampir seluruh korban tewas dan luka dipastikan adalah mahasiswa.


