HOLOPIS.COM, JAKARTA – Banyak orang mengira kelelahan hanya disebabkan oleh kurang tidur. Padahal, tidak sedikit yang sudah tidur cukup selama tujuh hingga delapan jam, namun tetap bangun dengan tubuh terasa berat, pikiran kabur, dan energi yang belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi sinyal bahwa kualitas istirahat belum optimal.
Kelelahan semacam ini biasanya dipengaruhi oleh faktor-faktor ringan yang kerap luput dari perhatian sehari-hari.
1. Kualitas Tidur Lebih Penting dari Durasi
Tidur dalam waktu lama tidak selalu berarti tidur yang berkualitas. Sering terbangun di malam hari, tidur yang gelisah, atau tidak mencapai fase tidur dalam dapat membuat tubuh gagal melakukan pemulihan maksimal. Akibatnya, meski durasi tidur terpenuhi, tubuh tetap merasa lelah saat bangun.
Kondisi seperti stres ringan atau kecemasan yang tidak disadari juga dapat mengganggu siklus tidur tanpa menimbulkan insomnia yang jelas.
2. Stres Harian yang Menumpuk Diam-diam
Tekanan pekerjaan, urusan pribadi, hingga paparan informasi berlebihan dapat membebani pikiran sepanjang hari. Meski tubuh beristirahat, otak bisa tetap aktif memproses berbagai hal. Aktivitas mental yang terus berlangsung ini membuat tubuh tidak benar-benar memasuki fase relaksasi penuh.
Akibatnya, rasa lelah tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental dan emosional.
3. Kebiasaan Sebelum Tidur yang Mengganggu Pemulihan
Menggunakan ponsel hingga larut malam, menonton layar terlalu lama, atau mengonsumsi minuman berkafein menjelang tidur dapat menghambat produksi hormon melatonin. Hormon ini berperan penting dalam mengatur siklus tidur dan pemulihan tubuh.
Paparan cahaya terang sebelum tidur juga membuat otak mengira tubuh masih perlu tetap terjaga, sehingga kualitas istirahat menurun.
4. Kurangnya Asupan Cairan dan Nutrisi
Dehidrasi ringan sering kali tidak disadari, tetapi dapat menyebabkan tubuh terasa lemas saat bangun tidur. Selain itu, pola makan yang tidak seimbang, kekurangan zat besi, atau rendahnya asupan protein juga dapat memengaruhi energi tubuh secara keseluruhan.
Kondisi ini membuat tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, meski waktu tidur sudah cukup.
5. Lingkungan Tidur yang Kurang Mendukung
Suhu kamar yang terlalu panas atau dingin, kebisingan, serta pencahayaan yang tidak tepat dapat mengganggu kualitas tidur. Lingkungan tidur yang tidak nyaman membuat tubuh sulit mencapai fase tidur nyenyak yang dibutuhkan untuk pemulihan fisik.
Perubahan kecil seperti pencahayaan yang lebih redup atau ventilasi yang baik dapat memberi dampak besar pada kualitas istirahat.
Bangun dengan tubuh tetap lelah meski tidur cukup bukanlah kondisi yang seharusnya diabaikan. Memperhatikan kualitas tidur, kebiasaan sebelum istirahat, serta kebutuhan tubuh akan nutrisi dan cairan dapat membantu mengembalikan energi secara alami.

