HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hari Gunung Internasional yang diperingati setiap 11 Desember menekankan pentingnya pegunungan bagi alam dan manusia. Dengan kekayaan keanekaragaman hayati, pegunungan punya peran penting untuk manusia.
Pegunungan menyediakan air tawar, energi dan pangan, iklim, tanah dan pengaturan kualitas Udara. Pun, pegunungan juga sebagai rumah bagi banyak spesies yang terancam punah.
Namun, ancaman terhadap pegununan selalu ada. Faktor perubahan iklim, praktik pertanian yang tidak berkelanjutan, penambangan komersial, penebangan hutan dan perburuan liar jadi beberapa ancamannya.
Selain itu, kelakuan manusia dalam perubahan penggunaan lahan dan pembangunan yang berlebihan sebagai ancaman bagi keanekaragaman hayati pegunungan. Kemudian, ditambah dengan bencana alam yang semua ini menyebabkan lingkungan rapuh dan tidak stabil bagi masyarakat setempat.
Manajer Program Kawasan Lindung dan Tata Kelola di WWF Adria, Marko Pecarevic menjelaskan banyak faktor yang disebut mengancam pegunungan. Bukan hanya nilai alam unik pegunungan, tapi juga membahayakan kelangsungan hidup masyarakat lokal di daerah pegunungan.
“Kita harus menyadari bahwa aktivitas yang tidak berkelanjutan di alam pada akhirnya akan selalu memengaruhi manusia, dan seringkali bukan mereka yang melakukan aktivitas tersebut,” kata Marko, dikutip dari laman resmi WWF, pada Kamis, (11/12/2025).
Menurut dia, ada konsekuensi terbesar dari aktivitas melanggar itu terhadap kelompok-kelompok yang terpinggirkan seperti masyarakat di daerah pegunungan pedesaan. Menurut dia, penting setiap pemerintah bisa membuat kebijakan khusus terkait pegunungan.
“Oleh karena itu, salah satu rekomendasinya adalah memasukkan kebijakan khusus pegunungan dalam strategi pembangunan berkelanjutan nasional,” jelas Marko.
Mengutip dari laman resmi PBB, Hari Gunung Internasional diperingati sejak 2003 melalui Food and Agriculture Organization (FAO). Dengan adanya Hari Gunung Internasional juga menciptakan kesadaran tentang pentingnya gunung bagi kehidupan, menyoroti peluang dan kendala dalam pengembangan gunung.
Pegunungan jadi bagian vital alam yang mesti dijaga. Kawasan pegunungan adalah rumah bagi 15% populasi dunia. Selain itu, menjadi rumah bagi sebagian keanekaragaman hayati dunia.
Namun, pegunungan saat ini terancam oleh perubahan iklim, eksploitasi berlebihan, dan kontaminasi. Kondisi itu meningkatkan risiko bagi manusia dan planet ini.
Saat iklim global terus menghangat, kondisi gletser pegunungan mencair sehingga berdampak terhadap persediaan air tawar di hilir dan masyarakat pegunungan. Kondisi itu ironi karena sebagian masyarakat pegunungan merupakan yang termiskin di dunia. Mereka menghadapi perjuangan lebih berat untuk bertahan hidup.
Ancaman mencairnya gletser dan mencairnya lapisan es permanen bisa memunculkan potensi besar banjir, luapan danau gletser, dan longsor. Selain itu, ancaman lain terhadap peningkatan erosi dan sedimen yang membahayakan populasi di hilir dan infrastruktur penting.
Untuk tahun ini, Hari Gunung Internasional 2025 punya tema “Glaciers matter for water, food and livelihoods in mountains and beyond”. Dengan tema itu mengingatkan peran penting pegunungan sebagai sumber utama air tawar global dan menyerukan tindakan segera untuk mencegah hilangnya gletser.

