HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Perindustrian membeberkan kinerja industri alat olahraga di Tanah Air stabil dan mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Hal tersebut disampaikan Faisol saat menjadi pembicara dalam forum Indonesia Sports Summit (ISS) pada Minggu (7/12/2025).
“Pada tahun 2024, Indonesia mengalami surplus perdagangan untuk industri alat olahraga sebesar USD 51,3 juta. Dimana nilai ekspor tercatat mencapai USD 275,3 juta, impornya mencapai USD 211,3 juta,” kata Wamenperin Faisol, seperti dikutip Holopis.com.
Faisol menjelaskan, peningkatan kinerja tercatat tumbuh sebesar 4,6 persen dibandingkan pada tahun 2023. Hal ini dijelaskan merupakan pengaruh dari posisi produk Indonesia yang semakin kuat, khususnya di negara-negara tujuan ekspor seperti Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), Jepang, Belanda, dan Tiongkok.
“September kemarin nilai ekspor alat olahraga kita mencapai USD 222,3 juta, meningkat USD 198,7 juta dari September 2024,” terangnya.
Faisol menyebut terdapat sebanyak 14 Industri Kecil Menengah (IKM) yang tidak hanya sebatas memproduksi alat olahraga, tetapi juga melakukan pembinaan serta peningkatan mutu produk alat olahraga, sehingga menjadikan posisi industri alat olahraga Tanah Air banyak dilirik.
“Ada 14 sentra IKM (Industri Kecil Menengah, Red.) alat olahraga, yang bukan hanya memproduksi, tetapi juga melakukan pembinaan, peningkatan mutu, pengembangan teknologi, dan diperkuat juga menghasilkan produk-produk yang berkualitas,” ujarnya.
Faisol mengatakan, dalam mendukung industri olahraga, Kemenperin telah melakukan kolaborasi dengan stakeholder terkait, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Sebagaimana telah dilakukan kesepakatan yang ditandatangani Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Menpora Erick Thohir.
“Kami sama-sama berkomitmen bahwa bukan hanya olahraga yang maju, bukan hanya prestasinya yang berkembang, bukan hanya klubnya yang besar, tetapi juga didukung oleh industri manufaktur olahraga yang kuat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Berdasarkan Sistem Informasi Industri Nasional (Siinas), terdapat 15.600 tenaga kerja di berbagai provinsi yang bekerja dalam berbagai perusahaan yang memproduksi alat-alat olahraga. Angka tersebut di antaranya paling besar berada di Jawa, ada juga yang berada di Sumatera Utara, Riau, dan Bali.
Hal ini berarti, peningkatan industri alat olahraga di Tanah Air sangat membantu para pekerja, serta membuka lapangan kerja bagi banyak masyarakat Indonesia.


