Krisis Air Bersih-Sanitasi di Aceh Tamiang, Bantuan Darurat Dikerahkan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bantuan sarana air bersih dan sanitasi sangat dibutuhkan warga korban terdampak bencana Sumatera. Salah satu warga yang mendesak bantuan itu ada di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun sudah mengirimkan bantuan sarana-prasarana air bersih dan sanitasi sebagai upaya percepatan penanganan banjir. Selain itu, untuk pemulihan layanan dasar di Kabupaten Aceh Tamiang.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bantuan air bersih dan sanitasi pendukung penting karena dibutuhkan warga pasca bencana banjir bandang di Aceh Tamiang. Menurut dia, dengan bantuan itu bisa menjamin kesehatan dan kenyamanan warga terdampak.

“Prinsip kami adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan dasar yang layak dan aman selama masa tanggap darurat,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, (7/12/2025).

Dijelaskan Dody, bantuan itu difokuskan untuk memenuhi ketersediaan air bersih, sanitasi. Selain itu, kebutuhan dasar warga terdampak bencana.

Apalagi, Aceh Tamiang merupakan salah satu daerah yang terdampak parah. Jalur darat yang vital sempat terputus karena material banjir bandang dan longsor.

- Advertisement -

“Ketersediaan air bersih, sanitasi dan layanan kesehatan adalah kebutuhan paling mendasar dalam situasi darurat,” jelas Dody.

Dody bilang Kementerian PU berkomitmen untuk terus memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung bisa segera berfungsi demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Pun, Kementerian PU juga sudah mengerahkan dua tim tanggap darurat ke lokasi terdampak.

Tim tanggap darurat pertama berangkat dari Banda Aceh menggunakan kapal motor penyeberangan (KMP). Tim pertama berangkat dari Dermaga Ulee Lheue menuju Krueng Geukueh, Lhokseumawe.

Rombongan tim itu membawa 6 kendaraan yang terdiri atas 1 mobil komando, 2 Mobil Tangki Air (MTA), dan 3 dump truck.

Tim itu mengangkut 15 unit Hidran Umum (HU), 5 unit toilet modular (knock down), tangki septik, serta bantuan pangan dan obat-obatan.

Jalur perjalanan menuju Aceh Tamiang ditempuh melalui Aceh Utara – Aceh Timur – Langsa. Durasi perjalananhampir 10 jam akibat hujan, genangan, serta kondisi jalan yang berlubang.

Adapun, tim kedua bergerak dari Depo Medan dengan membawa 1 unit MTA, 1 unit mobil sedot tinja, dan 4 unit dump truck. Armada ini membawa10 unit HU, 6 unit toilet portabel, serta 3 unit tangki biofilter.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU